Rumah besar di daerah Malang itu tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan pegunungan, suasana di dalam kamarnya begitu hening. Hanya terdengar derit pelan roda kursi yang berputar. Adipati mendorong kursi rodanya perlahan menuju jendela besar yang menyuguhkan pemandangan lembah berkabut. Kakinya yang kaku tertutup selimut wol tebal, sebuah pengingat abadi akan kecelakaan yang merenggut separuh hidupnya. Ia menatap kosong ke luar, tapi pikirannya melesat jauh ke masa lalu, ke tahun-tahun di mana ia masih merasa seperti penguasa dunia. Ingatannya kembali pada masa-masa kuliahnya yang penuh hura-hura. Adipati muda adalah magnet bagi para wanita. Tampan, kaya, dan penuh pesona. Ia ingat betul sore itu, saat ia dan kawan-kawannya nongkrong di depan gerbang sebuah SMA ternama. Di antara kerumu

