Siang itu, mereka masih berada di dalam perjalanan yang panjang. Karena lelah dan bosan, Shiren terlelap di samping Raya yang saat itu juga merasa bosan dan kini ia hanya bisa sekedar memejamkan matanya untuk tertidur. Ketika ia merasakan sesuatu yang bergerak di sampingnya, Raya pun segera menoleh dan ternyata itu adalah Nauval yang tengah menyelimuti sang kakak (Shiren) dengan jaket yang ia kenakan. Menyadari bahwa ia membangunkan Raya, membuat Nauval menoleh dan tersenyum kepadanya yang kini ikut tersenyum di sana. “kakak dingin juga gak??? mau selimut gak??” tawar Nauval seraya memberikan selimut yang ada di belakang sana kepadanya, namun Raya menggelengkan kepala dan berkata bahwa ia baik-baik saja, ia pun kemudian berucap, “kamu aja yang pakai, di belakang kan kerasa banget dingi

