Ma-bo 36

2433 Words

Marcel berlari di sepanjang koridor rumah sakit. Dia dengan perasaan bergemuruh dia mempercepat larinya, tidak peduli jika saja suster menegurnya karena tingkah ceroboh yang dia lakukan. Dia hanya ingin cepat melihat kondisi Cila, istrinya itu tengah terbaring di sana. Sesuatu yang membuat dadanya berat, andai saja dia lebih berguna lagi menjadi seorang suami mungkin saja Cila tidak akan pernah merasakan hal ini. Marcel bodoh, tentu saja. Jika saja Cila tidak memberinya maaf Marcel akan menerima dengan senang hati, bahkan jika bisa Cila harus menghukumnya karena tingkah tololnya itu. Harus! "Kak ...," Ucap Marcel dengan napas terengah, dia menatap Elo yang tengah bersandar pada tembok di sebelah ruang IGD, Marcel yak bisa lagi melanjutkan kalimatnya, di kepalanya hanya berisikan asumsi bu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD