"Sayang bangun, hey... Cila..." Suara panggilan di sertai tepukan pelan di pipi Cila membuat ia membuka matanya perlahan, kemudian tatapannya menemukan sosok Marcel dengan wajah penuh kekhawatiran tengah menatap kearah dirinya. Cila berusaha untuk bangun, yang kemudian di bantu oleh Marcel. "Aku di mana?" Marcel menghembuskan nafas panjangnya karena lega sebelum menjawab pertanyaan Cila. "Kamu di kamar, tadi kamu pingsan pas lagi di dapur" "Aku, pingsan?" Anggukan dari Marcel mepertegas semuanya, Cila mencoba menemgingat kejadian tadi, namun di saat itu juga kepala Cila kembali seperti di hantam beban beribu kilo, pusing mendera, dan membuat tangan Cila terangkat, guna memijat keningnya. "Kamu kenapa sayang" ucap Marcel dengan nada yang tak berbeda jauh dari tadi, penuh kekhawatiran.

