bc

Beloved Husband

book_age16+
1.7K
FOLLOW
13.0K
READ
billionaire
possessive
fated
mate
CEO
heir/heiress
sweet
highschool
coming of age
school
like
intro-logo
Blurb

Kisah cinta antara seorang Ceo tampan berhati dingin yang bernama Brian Alexander dengan seorang murid SMA bernama Averta Zuliana.

Perbedaan usia di antara mereka yang terpaut lumayan cukup jauh tidak menghentikan alur cinta mengalir antara keduanya.

Averta(Tata) yang harus kehilangan kedua orang tuanya di bangku SMA akhirnya mempercayakan hidupnya pada Brian.

Tapi bagaimana jika takdir mempermainkan mereka, jika Averta harus di jodohkan dan di paksa menikah di saat dirinya masih menyandang status sebagai murid SMA demi menyelamatkan perusahaan peninggalan kedua orang tuanya. Lalu bagaimana kisah cintanya bersama Brian.

Kisah cinta Averta yang rumit akan membawanya pada sosok lelaki yang akan menjadi Beloved Husbandnya.

Dengan segala lika liku cinta seorang Averta Zuliana.

chap-preview
Free preview
Terlambat
.Kring kring kring… Benda bulat itu terus saja berbunyi tanpa mengganggu sang pemilik yang entah sedang bermimpi apa hingga ketukan pintu pun dia abaikan. Tok tok tok!!! "Tata cepat bangun, kalau tidak kau pasti akan terlambat.” teriak seorang Wanita dibalik pintu. 5 detik 10 detik Tidak ada jawaban hingga akhirnya kesabaran wanita itu pun habis. "Astaga sudah jam berapa ini tata, ayo bangun kalau tidak kau akan terlambat.” ucap wanita itu sambil berjalan ke samping tempat tidur dan menarik selimut yang menutupi tubuh seseorang. "Lima menit lagi Mah.. oke," jawabnya sambil menarik kembali selimut yang ditarik mamahnya Alya. ‘What lima menit lagi!' batin Alya, dengan geram dia berjalan ke kamar mandi dan membawa senjata ampuh yang pasti akan berhasil di gunakan untuk membangunkan si putri tidur ini. Bbbyyuurrrr!! "Mamaaaahhhhhh apa-apaan sih kok Tata diguyur begini sih jadi basah semua kan." gerutu Tata sambil terus mengusap wajahnya yang sudah basah kuyup. "Kalau Mamah tidak menggunakan senjata ini...kamu enggak bakalan bangun Ta." jawab sang Mamah. "Kamu tidak  lihat ini sudah jam 6:30 WIB.” lanjut Alya yang membuat Tata terlonjak kaget. "Aappaaaa,!! kenapa Mamah baru bangunkan Tata sih bukannya dari tadi, bisa-bisa Tata telat sekolah Mah.” jawabnya sambil berlari ke kamar mandi. "Ya ampun mengidam apa aku dulu sampai punya anak perawan kok susah banget kalau di bangunkan. “ ucap Alya sambil mengelus dadanya. *** Tata berlari menuruni tangga dan langsung kemeja makan, di sana sudah ada Alya dan papahnya Fito yang sedang menikmati sarapannya. "Mah pah Tata enggak sarapan ya, mau langsung berangkat sekolah sudah telat nih." ucap Tata sambil mencium pipi mamah dan papahnya "Tata pergi dulu mah Pah.” sambil berlari keluar rumah. Mamah dan papahnya hanya di buat geleng-geleng melihat putri semata wayangnya. Tata berjalan menuju mobil kesayangannya dengan terburu-buru, sambil sesekali melihat jam tangannya. "Telat kan telat" gumamnya sambil mulai menginjak pedal gas, jalanan cukup padat membuat Tata semakin risau. Tiiiittt tiitttt Tata terus menekan klakson mobilnya berharap semua mobil di depanya terhempas jauh. "Oh god came on." geram Tata melihat lampu lalu lintas yang tidak kunjung menghijau . Setelah menunggu beberapa menit barulah mobil-mobil didepannya kembali berjalan, Tata tidak membuang waktu dan kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi, mengabaikan teriakan beberapa orang yang mobilnya tata salip, tidak ada pilihan lain selain mengebut untuk mempercepat dia sampai. *** Setibanya di depan Sekolah firasat Tata benar gerbang Sekolah sudah di tutup, Tata melihat jam tangannya yang ternyata sudah menunjukkan pukul 07:15 menit, dia telat 15 menit. Dari balik gerbang tampak seorang pria paruh baya dengan seragam satpamnya menghampiri Tata. "Neng Tata telat lagi?” tanyanya. "Iya nih Pak, bukakan ya pleas sekali ini saja ya, ya, ya.” mohon Tata dengan memasang wajah memohonnya. "Dari kemarin juga neng bilangnya terakhir sampai sekarang masih saja telat.” jawab si satpam. "Ayo dong Pak kali ini saja, sekarang Tata ada pelajaran Fisika, Bapak tau kan siapa gurunya, bisa-bisa  Tata kena semprot pak kalau Tata telat lagi."ucap Tata dengan wajah makin memelas.         ' mudah-mudahan pak Agus luluh dengan tampang memelas ku' batin Tata. "Baiklah...tapi ini ya neng yang terakhir." akhirnya bujuk rayu tata berhasil pak Agus membukakan pintu gerbang. Tidak menunggu waktu lama Tata langsung berlari menuju kelasnya 11 IPA 2 dan untungnya Dewi Fortuna sedang berpihak padanya, saat sampai di kelas ternyata Ibu Dewi guru Fisikanya belum masuk, Tata langsung duduk di tempatnya dengan napas ngos-ngosan, kehadiran Tata langsung di respon oleh ke dua sahabatnya Imel dan Ega,mereka berteman sejak kelas 10. "lo telat lagi Ta?" tanya Imel. "Pasti aja tuh, liat saja napasnya sudah ngos-ngosan begitu." sambung Ega "Emang lo enggak bisa apa bangun pagi, pasang alarm kek yang keras"sambung Imel. "Udah gue pasang juga tapi tetep aja enggak kedengeran, padahal tuh alarm udah keras loh bunyinya, heran gue apa telinga gue bermasalah kali ya, gue harus cepet-cepet periksa ke THT nih" jawab Tata panjang lebar. "Itu mah bukan salah alarm sama telinga lo, lo nya aja yang kebo' banget kalau tidur, heran gue cantik-cantik kok kebluk banget sih."jawab Ega. "Kebluk apaan ga?"tanya Imel heran. "Itu kalau susah bangun ya namanya kebluk, kata Nenek gue sih itu juga" balas Ega. Obrolan mereka seputar tidur pun terhenti saat seseorang masuk dengan tergesa-gesa. "Maaf ya anak-anak ibu telat, ada gangguan tadi di jalan, oke mari kita mulai belajar, buka Buku halaman 73.!" ucap Ibu Dewi guru fisika kelas 11 IPA 2. Hari sudah menunjukan pukul 15:30 menit, Siswa dan Siswi SMA PELITA nampak berhamburan keluar gerbang begitu juga dengan Tata dan temannya Imel dan Ega. "Girls ke Mall dulu yuk, gue mau cari buku nih.!" ajak Tata. "Buku apaan?"tanya Imel. "biasa komik." jawab Tata. Ya Tata memang gemar sekali membaca komik sedari kecil, berbeda dengan dua temannya yang lebih suka membaca novel, bagi Tata membaca komik lebih menyenangkan dan tidak membuat ngantuk karena ada gambarnya. Akhirnya mereka bertiga pun pergi kesalah satu Mall di pusat kota. "Lo cari Nove apa Mel.?" tanya Tata sambil melirik novel yang dipegang Imel. "Iiiisshhh bacaan lo berat banget sih, jangan kebanyakan baca buku yang kayak gitu Mel nanti kebawa ke kehidupan nyata loh." peringat Tata sambil terus memilih-milih komik yang tersusun rapih didepannya. "Enggak usah komen deh, selera kita emang beda jadi enggak usah komen ini itu okey."jawab Imel sedikit kesal , karena Tata selalu saja mengomentari setiap novel yang dia baca entah itu judul novelnya, cover novelnya atau apapun. Dan giliran Imel atau Ega komen ada komik yang dipilihnya, dia akan langsung memasang mode ngambek. *** "Kok baru pulang Ta?"tanya Alya saat Tata baru memasuki ruang tengah dan duduk di sofa sambil bersandar melepas penat. "Abis ke Mall dulu Mah sama Imel dan Ega" jawab Tata. "Ya sudah mandi dulu sana.! Mamah siapin makanan dulu" ucap Alya. Tata pun berjalan menaiki anak tangga dan langsung memasuki kamarnya yang bercat dominan ungu dan putih. Merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur kemudian mengeluarkan beberapa komik yang dia beli tadi, mulai membaca halaman demi halaman "Heran kenapa cowok-cowok di komik pada ganteng semua," gumam Tata. Tata semakin larut dalam komik yang dia baca sebelum suara teriakan mamahnya menghentikannya. "Tata cepat turun,! nanti makanannya dingin!" teriak Alya. "Ya mah sebentar." balas Tata dengan teriakan juga, dan segera berhambur untuk mengganti bajunya dan besiap siap turun. Suasana sangat sepi hanya ada dentuman sendok dan garpu di ruang makan, tanpa ada yang berniat untuk mengeluarkan suara. Dan setelah selesai seperti biasa Tata menghabiskan malam sebelum tidurnya untuk bercerita bersama kedua orang tuanya. "Gimana sekolahnya sayang?" tanya Fito sang Ayah. "Yah gitu deh Pah"jawab Tata singkat. "Gitu bagaimana?" sambung Fito yang tidak puas dengan jawaban Tata. "Ya seperti biasa enggak ada yang spesial." jawab Tata. "Gimana enggak spesial, setiap pagi berangkat telat terus." ucap Alya mendahului sebelum Tata menjawab pertanyaan Fito. "Apaan sih Mah, Mamah jangan gitu dong, harusnya Mamah kasih semangat biar Tata semangat bangun pagi, malah dibikin down gitu." gerutu Tata sambil memanyunkan bibirnya yang seperti Donal Duck. "Bukannya begitu sayang, kamu itu sudah besar, sudah harus mandiri dong, belajar bangun pagi, gimana kalau enggak ada Mamah siapa coba yang bangunin kamu." jawab Alya sambil mengelus rambut Tata. "Kan ada bi Inah yang bangunin." jawab Tata sambil menampilkan deretan gigi putihnya. "Bisa saja ngelesnya."sambung Alya. "Ta lusa Mamah sama Papah mau pergi  ke Singapur beberapa hari." "Loh ngapain Mah?" "Sudah lama Papah enggak menemui om Fero, berhubung dia enggak bisa ngunjungin kita ke Indonesia jadi terpaksa Papah sama Mamah yang kesana." jelas Fito. Mereka berencana mengunjungi Fero adiknya Fito Papahnya Tata ke Singapur. "Tata ikut ya Pah.Mah!" "Tidak bisa sayang kamu kan Sekolah, jangan libur-libur terus deh nanti nilai kamu anjlok bagaimana?" jelas sang Mamah memberi pengertian. "Yaaaahhhh Tata enggak mau sendirian Mah, pleas Tata ikut ya.!!"ucap Tata memelas. "kan ada bi Inah yang menemani sayang, lagi pula tidak akan lama kok cuman tiga  hari." "Iya sudah, jangan lupa oleh-olehnya ya Mah.pah."pinta Tata manja. Ya begitulah Tata kalau di depan kedua orang tuanya, dia sangat manja maklum anak tunggal. Malan ini Tata menghabiskan malamnya bersama Alya dan Fito, rasanya enggan untuk berpisah dengan mereka. Tata terlelap diantara Mamah dan Papahya, Fito mengelus puncak kepala Tata sesekali menciuminya. "Anak kita sudah besar ya Mah."ucap Fito. "Iya benar pah, tidak terasa kita pun semakin menua." jawab Alya. Tata adalah hal paling berharga buat Alya dan Fito, begitupun dengan Tata kedua Orang tuanya adalah hal yang tidak bisa tergantikan. *****

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.9K
bc

TERNODA

read
199.6K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.6K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.3K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
16.1K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
74.3K
bc

My Secret Little Wife

read
132.6K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook