Semuanya gelap, hanya terdengar suara isak tangis memenuhi kamar bernuansa abu ini, Air mata Tata tidak kunjung berhenti, hatinya sangat sakit bahkan untuk mengingat Brian saja membuat air matanya jatuh kembali, sebegitu cintakah Tata kepada Brian, Jawabannya Iya, Brian segalanya bagi Tata, setelah kedua orang tuanya meninggal hanya Brian penyemangat hidupnya dan yang terjadi sekarang membuat Tata bagaikan jatuh ke lubang terdalam, Tata duduk di atas lantai sambil memegang lututnya dia amat sangat frustrasi.Tidak lama terdengar derap langkah kaki dan Ceklek "Honey." Tata sangat kenal suara berat itu, jika biasanya dia amat senang mendengar suara bariton suaminya, tidak dengan sekarang hatinya bagai ditusuk ribuan pisau. "honey....?" panggil Brian sambil menghidupkan lampu kamar. Br

