Pak Tua Gila

682 Words
Rasanya lutut Tata tidak sanggup lagi untuk menahan beban tubuhnya. Dilihatnya laptop, tab dan berkas-berkas berhamburan di lantai, tidak sanggup rasanya Tata melihat bagaimana reaksi muka si pak tua di hadapannya ini. Perlahan-lahan Tata mengangkat kepalanya melihat ke arah si pak tua tampan , sebenernya Tata tidak mau mengaku tapi apa boleh buat kenyataan nya  si pak tua itu memang tampan. Jleebbb. Rasanya pandangan mata abu itu menusuk langsung ke dadanya tanpa ampun.. "Maaf om" cicit Tata pelan bahkan hampir tidak terdengar. "Belum genap 2 jam dan sudah beberapa kesalahan yang kau perbuat." What........beberapa kesalahan.??memangnya gue bikin kesalahan apa saja, perasaan dari tadi kan gue tidur, bener-bener  ya c pak tua. Nyebelin..nyebelin..nyebelin...batin tata yang mengamuk namun tidak berani dia ungkapkan. "Maaf om" cicit Tata sekali lagi. Si pria bermata abu itu mengembuskan nafasnya kasar. "aku ganti deh laptop sama tab nya om, aku janji" ucap tata percaya diri. "kau pikir aku tidak mampu untuk membeli  laptop dan tab itu." jawab si pria tegas. "Terus.?" tanya Tata pelan. Terus gue harus ngapain pak tua nyebelin batin Tata. "Mulai besok setiap habis pulang sekolah kau harus jadi ART disini sampe jam 17:00 WIB" jelas si pria. Sontak perkataan si pria itu membuat Tata terkejut bahkan sangat terkejut. Apa apaan tuh pak tua gila main nyuruh-nyuruh anak orang aja, dia pikir dia siapa, oke Averta kau tidak bisa tinggal diam lagi, semakin kau takut kau malah semakin di injak-injak prita tua gila di depanmu ini, batin Tata menyemangati diri sendiri. Sebelum Tata ingin mengungkapkan kekesalannya si pria kembali memotongnya. "Sebulan penuh." dengan tegas dan penuh penekanan setiap katanya. Bagai petir disiang bolong, bagai di timpa beban beribu-ribu ton, bagai mimpi ketemu Annabele, cobaan apalagi ini yang menimpa Tata, bahkan kata-kata yang sempat dia pikirkan tidak sanggup dia ucapkan saking terkejutnya.. Okeh Tata tarik nafas, hembuskan, tarik nafas hembuskan, kau pasti bisa batinnya, dengan satu tarikan Napas emosi Tata akhirnya terkuak kepermukaan. "eh pak tua yang terhormat" dengan tegas dan penuh penekanan dalam setiap katanya "saya sangat sangat sangat amat sangat keberatan dengan keputusan sepihak pak tua, memang itu kesalahan saya sendiri apa.? bapak juga bersalah kenapa jalannya harus ke sebelah sini dan juga kenapa bawa barang-barang banyak gini, jadinya kan nabrak, ouuhhh apa mungkin pak tua sengaja ya buat memeras gadis polos di bawah umur seperti saya?" ungkap Tata dengan emosi menggebu gebu. "Ouuuhhh ya ya ya saya tau sekarang jangan jangan pak tua sebener nya........." ucapan Tata menggantung dan itu membuat si pria yang disebut pak tua oleh Tata mengerutkan alis nya. "f. E. D. O. F. I. L" tebak Tata dengan setiap huruf dia ucapkan tegas jelas. Whatt thee, apa-apan nih bocah..menuduh ku fedofil...batin si pria. Sontak tebakan Tata tadi membuat dirinya sendiri berteriak histeris.. "Aaaaaaaaaaaaaaa jangan dekat dekat dengan saya pak tua, kalau tidak saya akan berteriak" ancam Tata. Munculah pikiran jahil si pria, dia mendekati Tata langkah demi langkah dengan pelan, membuat Tata terus mundur waspada. "saya bilang jangan dekat dekat pak tua.!" ancam Tata untuk yang kesekian kalinya namun ancaman itu tidak membuat si pria mundur malah semaKin mendekat ke arah Tata. Oke Tata ayo waktunya otak cerdasmu berfikir, berfiki, berfiki bagaimana caranya kabur dari pak tua gila ini batin tata ddannn. "awass pak tuaaa di atas" teriak Tata dann Bbuuuuukkkkkkk Ya Tata menampar wajah pak tua dengan tas sekolahnya dan Tata tidak mau membuang kesempatan nya ini untuk kabur, Tata terus berlari menuruni anak tangga dan sampai keluar rumah dan Tata melihat pak joko. "non kok ngos-ngosan "tanya pak joko. "Sudah pak ayo cepat jalan,! ada pak tua gila di dalam, sebelum dia mengejar kita,!" jawab tata dengan napas ngos-ngosan. Pak Joko pun akhirnya mengemudikan mobilnya dengan cepat, setelah kiranya jauh dari rumah si pak tua, pak joko melambat dan melaju dengan standar, akhirnya Tata bisa bernafas dengan lega. .................. Di lain tempat...dikediaman si pria alias pak tuanya Tata Si pria tampak sedang memijat pelipisnya yang sedikit tergores akibat lemparan tas sekolah Tata. Dasar gadis bar-bar, berani beraninya dia, oke kita tunggu siapa yang akan menuruti kata-kata siapa gadis kecil, batin si pria sambil tersenyum devils. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD