Pengakuan

880 Words

"Woy bengong aja lo.!!" kaget Imel. "Sialan lo, gila ___!!" maki Tata yang memang terkejut akibat ulah Imel. "Ta lo nangis semaleman.?" tanya Ega. "Iya mata lo bengkak gitu" sambung Imel Tata tidak menghiraukan pertanyaan ke dua sahabatnya itu. "Ta beneran lo abis nangis, kenapa? Akhir-akhir ini lo jarang curhat sama kita-kita" ucap Ega. "Apa lo udah enggak anggap kita sebagai sahabat lo?" sambung Imel. "bukan gitu girls, gue cuman kangen bokap nyokap?" jawab Tata. Tata tidak sepenuhnya berbohong karena memang di saat seperti ini yang paling dirindukan Tata adalah kedua orang tuanya. "Ems Tata, jangan sedih dong nanti orang tua lo juga ikut sedih liat lo kayak gini." ucap Imel sambil memeluk Tata dan di ikuti Ega. "Iya, lo kan masih ada sahabat lo ini buat hibur dan bantu lo kala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD