Terdengar seseorang memanggil namanya, Tatapun langsung mencari sumber suara.
Seorang wanita berlari menghampirinya, Tata pun ikut berlari dan menghampiri wanita tersebut.
Dipeluknya wanita tersebut sangat erat, menandakan seberapa beratnya sesak di dadanya saat ini.
"Mell, Orang tua gue."
Ya wanita itu adalah sahabat terdekatnya Tata yaitu Imel, setelah melihat berita di televisi Imel langsung menghubungi Tata namun nihil, firasat Imel berkata bahwa sekarang Tata pasti sudah di Bandara, dan ternyata benar, sesampainya di Bandara Imel langsung berlari mencari Tata dan dilihatnya seorang gadis yang terduduk bersandar kedinding tengah menangis, Imel langsung memanggilnya dan memeluk Tata erat.
"Lo yang sabar ya, semua pasti baik baik saja, belum tentu orang tua lo ada di dalam Pesawat itu." ucap Imel menenangkan.
Namun takdir berkata lain, kedua orang tua Tata memang berada dalam Pesawat naas itu, beruntungnya jasad kedua orang tua Tata bisa langsung ditemukan dan di identifikasi, tidak perlu dibayangkan bagaimana keadaan Tata sekarang, dia terpuruk amat sangat terpuruk dengan kejadian yang bahkan tidak pernah terfikirkan sebelumnya buat seorang Tata, Tata tidak menyangka kepergian ke dua orang tuanya begitu cepat...
Setelah kedua orang tua Tata dikebumikan, Tata tidak mau bertemu dengan siapapun dia memilih mengunci diri dikamarnya, sampai sebuah ketukan terdengar..
Tok tok tok!!!
"Tata sayang Om boleh masuk." ucap seorang pria dari sebrang pintu.
Namun Tata tidak menghirawkan panggilan Fero Omnya.
Ya Fero adik Fito ayahnya Tata yang sebelumnya kedua orang tua Tata kunjungi di singapura, setelah mendengar kabar tersebut Fero langsung terbang ke Indonesia...
"Tata, om mohon buka pintunya, jangan mengurung diri seperti ini Ta, semuanya tidak akan bisa kembali meskipun kau bersikap seperti ini, jadi om mohon buka pintunya."bujuk Fero.
Ceklek
Terdengar bunyi pintu terbuka, keluarlah Tata dengan mata sembab akibat tidak berhenti menangis, di lihatnya sang om dan langsung Tata peluk erat.
"Om, Mamah Papah om."ucap Tata sambil terisak isak.
"Yang sabar ya sayang, mungkin ini sudah takdir yang di Atas, kau harus tabah dan ikhlas menerimanya." ucap Fero menenangkan Tata sambil mengelus rambutnya.
"Tata sekarang sendiri om, sendiri."
"Kau tidak boleh bicara seperti itu, masih ada om dan tante Dina, kami juga keluargamu, tidak mungkin om meninggalkan Tata sendiiri." bujuk Fero, menenangkan bahwa ia dan Dina sang Istri akan selalu ada untuknya kapanpun..
............................
3 bulan kemudian
Tata sudah menerima takdir nya, meskipun berat Tata tetap harus menjani hidupnya.
Setelah kepergian kedua orang tuanya Tata memang tinggal sendiri dirumah besar dan mewah peninggalan orang tuanya, ya ditemani bi inah dan beberapa pekerja lain..
Fero sempat membujuk Tata untuk pindah ke singapur untuk tinggal bersamanya, namun Tata menolak, dia tidak ingin meninggalkan rumahnya yang banyak kenangan bersama kedua orang tuanya, Tata memilih tinggal di indonesia sendiri...Perusahaan yang Papahnya kelola sekarang dikelola Fero sang om sebelum Tata cukup umur dan mengerti untuk meneruskan usaha kedu orang tuanya..
***
"Ta ke kantin yuk, laper nih."ajak Ega.
"Males, kalian saja gih gue tunggu disini aja." jawab Tata yang tidak bersemangat, setelah kepergian kedua orang tuanya Tata memang selalu terlihat murung dan suka menyendiri, tapi Imel dan Ega selalu berusaha untuk menghibur tata sang sahabat..
"Ta lo enggak boleh kayak gittu dong, lo tadi pagi enggak sarapan kan, lihat lo kurusan tau." ucap Imel
"Lo harus semangat Ta, lo jangan terus-terusan sedih, kalau lo kayak gini terus orang tua lo juga bakalan ikut sedih diatas sana, lo harus tunjukin kalau lo bisa mandiri lo bakalan berjuang buat hidup bahagia, demi orang tua lo di atas sana." bujuk Ega.
Tata terdiam memikirkan perkataan ke dua sahabatnya itu, sahabat yang selama ini selalu menemaninya dan menyemangtinya, sahabat yang selalu ada diasaat titik terendah dalam hidupnya dan Tata besyukur akan hal itu , setidaknya masih ada orang yang peduli dengannya, dan Tata tidak ingin mengecewakan mereka.
Bujukan Imel dan Ega membuahkan hasil Tata pun berdiri dan mau pergi kekantin, dalam hatinya pun tata berfikir bahwa yg dibicarakan ega benar, dia harus hidup bahagia demi orang tuanya...
***
"Eh lo denger enggak katanya ada murid baru ya." tanya Imel.
"Iya,ya gue denger tuh, soalnya cewe-cewe sekolah kita pada ribut tuh, soalnya anak barunya ganteng gitu." jawab Ega dengan perasaan menggebu-gebu.
"Seriusan lo?"tanya Imel.
"Asliiii,serius gue."jawab Ega.
Tata hanya geleng-geleng kepala melihat kedua sahabatnya yang tengah membicaran anak baru yang katanya ganteng.
"Eh gue ketoilet dulu ya sebentar, mules gue."ucap tata sambil memegang perutnya dan beranjak dari tempat duduknya.
"Iya udah cepet sana, kita tunggu disini ya!" jawab imel.
"Iyaaa" jawab Tata sambil berlari ke arah toilet.
Setibanya di toilet ternyata toilet d dekat kantin penuh, terpaksa Tata berlari lagi ke toilet dekat lapangan basket dan untung nya sepi tidak ada siapa-siapa, Tata pun cepat-cepat masuk dan apa yang terjadi.
"Yahhhh gimana niihhhh, mana enggak persiapan juga, aduh kenapa datangnya enggak pengumuman sih." kesal Tata yang ternyata mendapatkan tamu bulanannya.
Saat hendak berdiri entah kesialan apa yg Tata dapat hari pertama kedatangan tamu langsung tembus ke roknya disertai keram perut mulai terasa..
Gimana nih batin Tata,
Tata pun berteriak semoga ada seseorang yang mau membantunnya.
"Hallowwww apa ada orang di luar sana." teriak Tata dari dalam bilik toilet karena tidak mungkin Tata keluar dalam keadaan seperti sekarang.
"Halloooww kalau ada orang please bantu gue, hellowww helloooww." teriak Tata agar terdengar seseorang.
Dan usahanya membuahkan hasil, seseorang menjawab teriakan Tata.
"Apa ada orang di dalam?" tanya seseorang yang membuat Tata membeku seketika.