Chapter 22

1091 Words

Mereka benar-benar pergi seperti ucapan Alex sebelumnya. Ketika pagi, Jessica terbangun karena telah terbiasa bangun di jam begitu. Alex pun terbangun karena ia memang tidak biasa tidur terlalu lama. Setelah semalam dirinya begadang dan baru tidur pukul empat pagi tadi, dirinya terbangun kembali pukul enam pagi. Mereka tidak tidur satu ranjang, percayalah. Alex mengalah dengan tidur di sofa yang cukup lebar. Sofa itu terbilang cukup nyaman untuk menjadi tempat tidur sehingga ia merasa seperti tidur di atas kasur. Sementara Jessica akan tidur nyenyak di atas ranjang kamarnya. Sejauh ini mereka masih baik-baik saja. Dan Alex akan segera memastikan bahwa salah satu anak buahnya akan kembali sore ini setelah menyelesaikan tugas. Lalu Jessica bisa pindah dan menempati kamar yang ditinggali itu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD