Bab 42

1054 Words

Bukannya takut, Fajar malah tertawa. Bayu menepuk keningnya sendiri. Rupanya Fajar belum sepenuhnya sadar. Tapi, memangnya mau menunggu sampai kapan kalau Bayu tidak bertanya sekarang. "Fajar! Dengarkan Mas sekarang. Dari mana kamu mendapatkan ini semua?" tanya Bayu kemudian. "Dari penjualnya lah, Mas. Memangnya dari siapa?" jawab Fajar sekenanya. "Iya tapi siapa? Namanya ... nama orang yang jual ini tuh siapa, Jar?" ulang Bayu lagi. "Ehmm, Fajar hanya memanggilnya Abang. Tapi, Fajar ndak tahu namanya. Mereka ndak pernah mau untuk sebut nama," jelas Fajar. Ya ... Bayu tahu itu. Setiap pengendar bahkan dirinya sendiripun tidak pernah menyebutkan nama pada pelanggan. Hanya saja, tadinya Bayu pikir Fajar ini mungkin mendapatkan barang itu dari kawannya. Tapi karena jawabannya, Bayu jadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD