Kali ini Natchaya yang membelalakkan matanya melihat benda yang dipegang lelaki itu, seutas cambuk. Tanpa banyak berkata-kata lagi, si pembawa acara langsung mengayunkan cambuknya ke sangkar Natchaya. CTAASS !!! Natchaya menjerit ketakutan karena walaupun cambuk itu tidak mengenainya, tapi kibasannya membuat jantungnya serasa berhenti berdetak. Si pembawa acara kembali melucutkan cemetinya. CTAASS !!! Natchaya menjerit lagi dan semua penonton tertawa melihatnya bukan simpati padanya. Tubuhnya kini gemetar sambil memeluk lututnya meringkuk di sudut sangkar. CTAASSS !!! CTASSS !!! Si pembawa acara terus saja mengayunkan cambuknya hingga sangkar Natchaya berbunyi nyaring. Ia selalu

