Natchaya membuka matanya perlahan dan bisa merasakan jika tubuhnya benar-benar lemas dan sakit dimana-mana. Ia memandang sekelilingnya yang berwarna putih. Nampaknya ia berada di rumah sakit setelah ia berjalan sangat jauh. “Kau sudah sadar nak ?” Sebuah suara yang ramah menegurnya hingga Natchaya menoleh ke sampingnya dan melihat seorang suster tersenyum padanya. Natchaya mengangguk perlahan. Ia juga menyadari jika mereka telah merawat luka di punggungnya karena Natchaya bisa merasakan ada lilitan perban di sekitar d**a hingga pinggangnya. Natchaya akhirnya sadar sepenuhnya dan suster itu segera memanggil seorang dokter untuk memeriksanya. Saat pemeriksaan terjadi, terdengar suara besi berdentang hingga mereka semua

