“Eric?” panggil Sherry. Eric sedang membaringkan diri di atas ranjang. Dia sudah tidak minat lagi menatap keindahan matahari tenggelam bersama sang istri. Malu pada masa lalu. Kini, seelah merasakan kesuksesan, harta melimpah, sering berpesta dan tak pernah sekalipun kesusahan, dia merasa malu pada Eric Bryson remaja. Kalau saja masa lalunya bukan berasal dari pemukiman kumuh, kalau saja masa lalunya hanyalah anak yang lahir di keluarga miskin, kalau saja dia hanyalah remaja miskin tanpa adalah embel-embel prostitusi, mungkin dia bangga mendapati kesuksesannya. Akan tetapi tatapan para tetangga di kawasan elite Paradise sangat menusuk. Dia dianggap tak lebih dari kotoran di tamat bunga mereka. Apakah seseorang yabg terlahir di pemukiman kotor akan selalu dipandang seperti ini? Mengapa me

