“Kalian semua sudah siap?” tana Max sembari memeriksa semua anggota timnya. Termasuk Dalila, sang istri yang masih saja terlihat jengkel karena suatu hal. Tentu saja hingga saat ini Max tidak tahu apa sebenarnya hal yang sudah membuat Dalila semarah ini padanya. Jelas, hingga saat ini dirinya belum menemukan kesalahan yang mungkin ia lakukan yang membuat Dalila marah padanya. Padahal, rasanya Max sama sekali tidak melakukan kesalahan apa pun. Ia melakukan semuanya seperti biasanya, dan rasanya tidak ada hal yang mungkin saja membuat sang istri merasa marah. Max pun berniat untuk menggenggam tangan sang istri, karena perjalanan akan segera dimulai. Seperti apa yang sudah direncanakan sebelumnya, setelah semua persiapan selesai, mereka semua akan segera memulai perjalanan untuk melakukan p

