Hanum meletakkan sebuah map bertuliskan sertifikat rumah di atas meja. Mira dan Nurul yang saat itu duduk bersebelahan terlihat saling melemparkan pandangan. "Bu, kenapa Ibu mengeluarkan sertifikat rumah ini?" tanya Mira dengan rasa penasaran. Hanum berusaha untuk tetap tenang, ia menghirup nafas dalam sebelum menjawab pertanyaan Mira, putrinya. "Ibu akan menjual rumah ini," jawabnya dengan suara bergetar. Hanum terus berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah di hadapan kedua putrinya. "Kenapa, Bu?" tanya Nurul yang langsung meraih tangan ibunya. "Bu, rumah ini adalah warisan satu-satunya yang di berikan Ayah kepada kita. Kalau kita jual rumah ini, itu berarti nggak akan ada lagi kenangan yang tersisah dari Ayah." Mira berusaha meyakinkan Hanum. "Mbak Mira benar, Bu. Kala

