Bab 23. Pertemuan yang Menegangkan

999 Words

Di sebuah kafe yang sepi, Adam duduk berhadapan dengan Mira. Wajahnya dingin dan penuh ketegasan. Dengan gerakan tenang namun penuh makna, Adam mengambil sebuah amplop coklat dari dalam jasnya dan meletakkannya di atas meja. Tanpa berkata apa-apa, ia mendorong amplop itu ke arah Mira, membuat wanita itu menatapnya dengan ragu. Mira menelan ludah, merasa ada sesuatu yang tidak beres. Tangannya gemetar saat menyentuh amplop itu, tapi sebelum ia sempat membuka mulut, Adam berbicara dengan nada rendah namun penuh perintah. "Sembunyikan kehamilan mu untuk sementara waktu," ucapnya, matanya tajam menusuk langsung ke mata Mira. "Jangan sampai ada yang tahu." Mira membeku di tempatnya. Kata-kata Adam terasa seperti beban yang semakin menekan dadanya. Ia tahu, menerima amplop itu berarti ia masu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD