BAB 24 Ternyata Oscar Bisa Puitis Juga

793 Words
 Mobil meluncur keluar dari rumah,,mulai,membelah gelapnya jalanan malam,,,waktu sudah menunjukan pukul 23 lewat Dimobil Mutia sengaja menghubungkan playlist lagu di hpnya kemobil Oscar Terdengar alunan lagu korea memenuhi mobil Sesekali Tia menyanyi mengikuti lagunya.     Oscar melirik senang,,melihat Mutia yang santai,,bibirnya tersunging senyum bahagia “Tia sudah malam,,kamu nginap aja ya?” “Hahh,,,,nginap di rumahmu?,tapii”,,, “kenapa?keberatan?”,,, “emmm,,,bukan gitu sch,,cuman aku malu,,di rumah masih ada mbok sama sit”,,jawabMutia tersipu “Kalo begitu aku nginap di tempat kamu aja,boleh?”ujar Oscar sambal melirik Mutia Melihat Mutia masih diam dan ragu “aku cuman mau tidur di ditemanin kok,,tenang aja,,aku tidak akan melakukan yang kamu tidak suka Tia”,,,,ucap Oscar sambal mengusap kepala Mutia “Emmhh kalo begitu kerumah kamu saja dch,,,ucap Mutia mengejutkan Oscar “Kenapa berubah?” “Karna kamar kamu kasurnya luas,,jadi khan ngak empit empitan”ucap Mutia gamblang “Ngak jadi malu?”ucap Oscar mengoda Tia “Iiihhh,,,,godain terus,,batal neh batall”,,,Mutia pura pura ngambek “Hahaha”,,, Tidak berapa lama mobil meluncur masuk gerbang rumah Oscar Suasana rumah sudah sangat sepi dan lenggang Semua penghuni sudah tidur Oscar menggandeng tangan Mutia menuju kamarnya Sesampai di kamar,Oscar kembali membuka lemari,,kali ini dia mengeluarkan kaos yang biasa dia pakai di rumah,dan mencomot celana pendek olahraga tenisnya “nih pakai ini aja buat baju tidur ya” Mutia melihat celananya,,sepertinya agak longgar,,nanti di ikat karet aja dech. “Ok lah,,aku kekamar mandi dulu ya”Mutia langsung kabur tanpa menunggu jawab Oscar, sambal menyembunyikan wajahnya Manisnya Mutia yang malu malu kucing,,Oscar menyadari bahwa Mutia masih  polos,, Selama ini Oscar yang menuntun dan mengajari Mutia,Mutia hanya mengikuti nalurinya Oscar sangat bangga dan tersanjung,,oleh sebab itu Oscar selalu menghormati Mutia,,dia tidak pernah melewati batas,,berusaha membaca reaksi Mutia Bila Mutia sudah tidak nyaman,,Oscar akan menghentikan tindakannya walau disaat dia sangat b*******h sekali pun. Oscar kembali kekamar,setelah membersihan diri dan ganti baju di kamar mandi ruangan kerjanya Di lihat Mutia masih belum keluar Sambil menunggu Mutia,Oscar menghidupkan Mp3 untukmenghilangkan gairah yang sempat muncul Sedang berkumandang lagu Dewa 19,tiba tiba berkumandang lagu ‘separuh nafas’ Klik terdengar pintu kamar mandi di buka,,tercium aroma sabun yang segar “sini,,,panggil Oscar yang sudah segar dan ganti kaos rumah Ditarik Mutia di pangkuannya,sambal memeluk Mutia,Oscar berbisik “Tia, coba dengar lagu ini Terdengar lirik reffnya lagu Separuh Nafas - Dewa 19 : Kau hancurkan diriku Bila kau tinggalkan aku (Jangan tinggalkan) Kaudewiku (oh, dewiku) Kembalilah padaku Bawa separuh nafasku (Kembalilah kau) Kau dewiku (oh, dewiku) “lirik ini sama dengan diriku,   “aku mencintaimu Tia”,, “jangan pernah tinggalkan aku, kau separuh nafas ku” ucap Oscar puitis dan mesra menatap dalam kemata Tia   Mengecup kepala Tia dan memeluknya erat, Oscar mengungkapkan perasaan terdalamnya   “Aku juga mencintai mu”,, jawab Mutia,sambil menyerudukan wajahnya di leher Oscar “Tia kapan kita ketemu orang tua mu?”,,,,aku  ingin bawa Bella sekalian buat kenalan,,sebelum melamar”,, “mungkin nanti setelah Bella libur ujian kali,, tapi,,,,iihh!!,,,siapa juga yang mau merit”,,,,,,seru Mutia malu sambil memberontak dari pelukan Oscar “mesti mau,,kalo ngak aku culik”,,kata Oscar sambil memperat pelukannya Kembali Mutia bergoyang kekiri dan kekanan memberontak dari pelukan Oscar “Sayang jangan gerak gerak,aku ngak tahan”,,,bisik Oscar di telinga sambil menempelkan bibirnya di daun telinga Mutia,,menahan hasratnya Mutia menyadari maksud Oscar,,langsung mematung,,semakin menengelamkan wajahnya di d**a Oscar “Maaf”,,,seru Mutia pelan Oscar menundukkan wajahnya mencari bibir Mutia,,sambil melumat bibirnya, Oscar mengendong Mutia menuju ranjang Tanpa melepaskan ciumannya, Oscar membaringkan Mutia yang terlena dengan hati - hati Mutia mengangkat kedua tangannya memeluk leher Oscar, menarik Oscar untuk semakin merapatkan tubuhnya, sambil menyusuri rambutnya Setelah pergumulan kemesraan dan ciuman panjang, Oscar  melepaskan ciumannya,,mengendalikan keadaan dan hasratnya, sebelum kebablasan.  Oscar menekan dahinya di dahi Mutia, menenangkan badai yang baru mereka perbuat “sudah malam, ayo kita tidur” ajak Oscar sambil membetulkan baju dan rambut Mutia, tangannya mengelus lembut bibir dan wajah kekasihnya Mutia, mengecup bibir Oscar, “Terima kasih”,,ucap Mutia Tulus, karena selalu mengendalikan diri dan menghormati dirinya. Mutia tau, bila Oscar melakukan lebih jauh, dia pasti akan pasrah dan menerimanya. “sayang, aku khan sudah berjanji akan menghormati hubungan kita ini” ucap Oscar sambil memeluk Mutia, memposisikan dirinya berbaring dengan nyaman Hemhh,,,Mutia langsung menyerudukan wajahnya di d**a Oscar, mencari kehangatan dan kenyaman disana. “tapi kalo kamu mau, tinggal minta saja ya”,,,bisik Oscar mengoda Mutia “Aughhh”,,,,Mutia mencubit perut Oscar, sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah Malam ini dengan damai mereka lewatkan, saling berpelukan penuh kasih, bergulung di kasur diterangi termaran bulan yang syaduh Sepanjang malam Oscar selalu memeluk dan melindungi Mutia, walau dalam mimpi sekalipun. Mutia tertidur pulas dengan bibir tersungging senyum bahagia ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD