Pengecut

2560 Words

"Yang satu bagus agamanya, yang satu mapan. Pilih yang mana?" Teman-temannya di kantor tertawa. Itu bukan Rali yang bertanya melainkan mamanya Rali. "Kalo tahu agama tapi hidupnya masih miskin karena gak mau berusaha, berarti itu gak paham agama," celetuk yang lain. "Bukan malas sih. Tapi yang satu dosen tetap biasa dan yang satu dokter spesialis. Yang paham agama yang dosen itu." "Oooh. Dokter spesialis lah, buuk," celetuk yang lain, yang membuat tawa. "Ekonomi itu faktor nomor satu." "Tapi apa gunanya uang tanpa agama?" celetuk yang lain. Ini memang menuai perdebatan sih. Kebanyakan ibu-ibu tetap memilih si dokter spesialis. Ya si Alvin. "Kalo agama kan bisa belajar. Lihat Rali kayak gitu, pasti suami ada dorongan untuk memperbaiki diri juga." Itu sih ucapan laki-laki. Beber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD