"Rali!" Ia menoleh. Baru saja menjemur baju orang-orang rumah. Tentu ada bajunya juga. Lalu dipanggil oleh mamanya. Ada apakah? "Ada Alvin di depan. Gemui gih." "Ada ayah?" "Gak ada. Coba samperin. Barangkali mau ketemu kamu. Ya pasti memang mau ketemu kamu itu." Ia menghembuskan nafas. Ada apakah? Apa urusannya dengan taaruf yang masih stuck? Sejujurnya, ia juga masih galau panjang. Mana hari ini sudah janji mau ke rumah Nia. Kan mau jadi detektif begitu untuk mengonfirmasi. Hahaha. Ia perlu mulai bergerak. Untuk Alvin? Ia berencana bertanya pada Raka sih. Walau ya tak tahu juga harus bagaimana. Ia mengenakan kerudung dulu dan berjalan menuju ke teras tapi langkahnya malah terhenti. Tak sengaja menguping. Ternyata ada adiknya di depan yang mengobrol dengan Alvin. Apa yang dibicarak

