"Tadi sore Alvin ke rumah." Ia agak kaget mendengarnya. Ia baru saja muncul setelah mendekam di dalam kamar. Ya biasa lah, banyak hal yang dikerjakan. Namun itu jelas mengalihkan perhatiannya "Ngapain dia ke rumah, ma?" "Ya nanyain kamu lah. Ngapain lagi?" Ia menghela nafas. "Ma, sebenarnya kita gak lanjut lagi." "Gak lanjut apa?" "Taaruf." Mamanya malah tertawa. "Ngomong apa kamu?" "Beneran, ma. Gak lanjut." "Kalo gak lanjut, ngapain dia datang terus nanyain kamu?" Ia menghela nafas lagi. Ia juga tak tahu. Untuk apa lelaki itu datang? Ia juga tak paham. Apa yang lelaki itu mau? Ia juga tak tahu. "Perasaan kamu aja kali. Coba tanya baik-baik. Lagi pula, jangan ditolak lah. Kan mama sudah bilang mendingan sama dia. Kamu gak dengerin mama ya?" Ia menghela nafas. Susah sih kala

