Kamu Bahagia?

2540 Words

Ia berpamitan dengan dosennya begitu selesai. Ya tentu saja banyak sekali yang harus direvisi. Tapi tak boleh menyerah. Ia keluar sembari menghela nafas. Temannya terkekeh melihat wajahnya seperti itu. "Banyak yang direvisi?" "Biasa lah." Temannya terkekeh lagi. Ya sih. Itu lumrah. Temannya masuk ke dalam ruangan sebelah sementara ia bergerak turun. Lebih baik menepi ke kantin. Jadi ia berjalan ke sana tapi tiba-tiba ada yang menyentuh bahunya dari belakang. Begitu menoleh? Ia membeku. Jelas kaget dengan kehadiran Andrea di depan matanya. Bagaimana lelaki ini bisa menemukannya? "Bisa bicara sebentar sama kamu?" Sementara itu, Andra baru saja menghembuskan nafas. Ia bisa meninggal mendadak kalau seruangan dengan perempuan yang satu itu. Hahahaa. Dawam dan beberapa teman sempat mena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD