Kamis malam jumat, setahun pasca kematian Unti. Suasana yang sangat dingin setelah sejam sebelumnya kota ini di guyuri hujan dengan begitu derasnya. Di barengi dengan kilat dan dentumannya yang saling sahut sahutan membuat keadaan malam itu bertambah romantis buat seekor kuntilanak seperti Unti. Rasa kangen seketika menyelimuti dirinya yang saat itu sedang duduk di atas lemari sambil mengoyangkan kedua kakinya. Dari luar rumah terdengar agak bising dari biasanya. Ucapan salam terdengar dari arah luar rumah dari seorang pria yang seketika membuat Unti gemetar ketakutan. Perasaannya sudah tidak nyaman dengan situasi tersebut, padahal ia hanya mendengar dari suara diluar rumah. Entah siapa pemilik suara itu hingga mampu membuat seekor Unti bisa sedemikian takutnya. Unti pun kembali pada tubu

