Keesokan harinya kehidupan Riris mulai sedikit normal. Tidak ada lagi kejadian kejadian aneh yang ia lihat. Seminggu telah berlalu pasca ruqiah massal tersebut. Warga yang telah mengikuti ruqiah tempo hari masih tampak sehat sehat semua. Namun tetap saja yang di lihat oelh Riris bukan mereka sebenarnya. Ia masih ragu dengan penglihatannya dan juga takut untuk cerita pada siapa. Jikapun ia berani terus pasti tidak ada yang akan percaya dengan apa yang ia lihat. Apalagi kalau ia menceritakan dengan teman temannya, yang di gelari ‘hantu bully’. Mereka pasti mengatakan kalau Riris adalah pembote (pembohong) atau sekedar sensasi atau bisa juga sekedar mencari like. Karena menurut petuah Unti, “Setiap manusia tidak akan bisa menentukan benar dan salah, fiksi atau fakta, bote atau bujuran. Semu

