Paginya seperti biasa rutinitas sehari hari Riris bekerja pada sebuah perusahaan distributor di sekitar pergudangan. Tidak seperti biasanya, hari itu ia tidak terlihat ceria. Karena biasanya ia terkenal gadis yang memiliki karakter orang yang paling periang, tukang celoteh, makanya temen jadi banyak. Entah kenapa hari itu ia terlihat kusut sekali wajahnya. Teman-teman kerja yang biasa menyapa, tidak berani menegur, kata mereka Riris terlihat beda dari biasanya yang ceria. Hanya beberapa jam aktivitas kerjaan yang mampu Riris lakukan, semua mendadak terasa berat. Apalagi ia merasa badannya yang kurang nyaman kondisinya sehingga saat itu juga ia memutuskan untuk ijin pulang kerja lebih awal dari biasanya. Alhasil jadilah siang itu ia berada di rumah istirahat lebih awal. Riris menghubungi

