Keisengan Unti tak pernah ada habisnya. Melihat korban seperti Maudy yang lucu justru menambah keisengannya semakin menjadi. Padahal tugasnya sebenarnya bukanlah mengerjai gadis tersebut melainkan membuat ia jadi tergila gila pada sosok pria yang menjadi pengagum rahasianya. Kembali pada Maudy yang masih ketakutan di bawah bantalnya. Ia merasa kaki sebelah kanan semakin berat dan juga terasa membeku seperti es. Reflek ia gerakkan seperti menendang. Dalam sekejap hilang rasa itu, tapi hanya sebentar lalu seketika juga kembali lagi. Sementara bibirnya terus komat kamit membaca ayat ayat yang terlintas di kepalanya. Namun suara itu tidak juga mau menghilang, ia terus tertawa melengking seakan mengolok dirinya. Hingga kakinya juga akhirnya bener-bener tidak bisa digerak, rasanya sudah mati ra

