Deril merasa lega. Pohon itu sudah bertemu dengan temannya. Seorang anak laki-laki yang selalu bermain dengannya. Rasa rindunya telah terobati. Mereka saling merindu dan berseru rindu. Cukup lama Deril hanya duduk memandangi mereka. Dia tak ingin mengganggu acara temu kangen itu. Dia memutuskan untuk tidur dan menunggu. “Biarlah para pengawal Jessica menunggu lama. Bukan urusanku.” Ucapnya pelan. Dia mulai menta tempat yang akan dia pakai untuk tidur. Meniup beberapakali pada tanah untuk menghilangkan debu. Padahal apa yang dilakukannya hanyalah sia-sia. Bagaimana nungkin tanah akan bersih dari debu. Deeil melempae tas ranselnya. Menggunakannya sebagai bantal. Dia merebahkan diri dan mulai memejamkan mata. Setelah anak laki-laki alias pria pendiam teman masa kecil Jessica itu pergi. K

