Alfa

1081 Words

Deril mengetuk pintu rumah Jessica. Tok. Tok. Tok. “Iya sebentar.” Jawabnya dari dalam rumah. Jessica membuka pintu. Lagi lagi dia mengenakan pakaian tipis. Pakaian dalamnya jelas terawang dari luar bajunya. Deril mencoba untuk fokus ke mata Jessica. Dia tidak ingin melihat ke arah lain. “Ada apa?” Tanya Jessica pada Deril yang masih bengong. “Aku mau minta tolong.” “Apa lagi?” Tanya Jessica. Kini dia membuka pintunya lebar – lebar. Kemudian memberi isyarat pada Deril agar masuk. Derik yang masih trauma dengan kejadian dulu, memilih ubtuk tetap berada di luar rumah. “Disini saja. Aku mau minto tolong, kenalkan aku dengan anak laki – laki pendiam itu.” “Eh? Teman masa kecilku?” “Iya.” “Bayarannya gak murah loh!” “Apa?” “Aku mau kamu.” Ucap Jessica tepat ditelinga Deri.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD