*** "Nin? Ini aku. Kamu baik-baik aja, kan, di dalam?" Barusaja membaringkan Raja di dalam box, Syanina menoleh setelah pertanyaan tersebut didapatkannya dari depan pintu kamar. Sedikit terkejut, itulah yang dia rasakan karena bukan suara Gibran, yang terdengar barusan adalah suara sang sahabat, Ivander. Tak langsung menimpali, selanjutnya yang Syanina lakukan adalah diam, hingga suara yang sama kembali terdengar—membuat dia semakin yakin jika yang memanggilnya barusan benar-benar sang sahabat. "Nin, are you okay?" Memastikan dulu Raja nyaman di dalam box, Syanina memilih untuk tak langsung menjawab pertanyaan Ivander. Berjalan pelan menuju pintu, dia membukanya secara perlahan dan persis di depannya kini, Ivander berdiri dengan raut wajah khawatir. "Ivan." "Nin," panggil Ivander. "

