Kejutan Yang Mencengangkan

1357 Words

Ruang makan utama di kediaman keluarga Kristal tampak mewah dengan cahaya lampu gantung kristal dan piring porselen bergaris emas. Di ujung meja panjang itu, Mahendra duduk tenang, mengenakan batik biru tua yang disetrika rapi oleh Hilda. Sementara istrinya tampak lebih semangat dari biasanya, duduk dengan senyum nyaris tak pernah surut dari bibir merahnya. Kristal mengenakan gaun putih panjang berpotongan bahu terbuka, duduk dengan gaya anggun tapi sorot matanya penuh strategi. Dia melirik ke arah jam dinding dan kembali menebar senyum. “Kak Arsen belum datang juga?” Mahendra hanya mengangguk sopan. “Mungkin sedang di jalan.” “Aku senang sekali malam ini bisa berkumpul bersama keluarga besar,” ujar Kristal dengan nada manja yang dibuat-buat. “Apalagi bisa bertemu Kak Arsen Sayang…” uca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD