Chapter 16

1941 Words

Orion tidak bisa tidur, padahal hari sudah berganti. Tinggal beberapa jam lagi ia sudah harus bersiap untuk kembali bekerja. Apa yang dikatakannya pada Andini semalam benar-benar mengganggu pikirannya. Benarkah, tanpa sadar Orion menaruh perhatian lebih pada sosok Nao? Ah, tidak. Ia pasti hanya refleks beralibi agar Andini berhenti menyukainya. Orion mengubah posisi tidurnya, dari terlentang jadi menyamping. Ada perasaan ragu akan kesimpulan yang dibuatnya. Itu bukan sekadar alibi. Pasalnya, semalam Orion sungguh membayangkan Nao. Bukan sengaja membayangkan, hanya saja sosok Nao tiba-tiba melintas di pikirannya. Laki-laki itu menegakkan tubuhnya. Bingung dengan pemikirannya sendiri. Kenapa ia sampai tak bisa tidur hanya karena Nao? Apa seperti ini yang dinamakan jatuh cinta? Orion menga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD