Chapter 17

2079 Words

Orion : Aku nggak pernah seserius ini. "Papa Nao deg-degan!" jerit Nao tanpa sadar. Namun detik berikutnya ia segera menutup mulut, terlebih ketika menyadari tatapan bingung papanya. Pesan paling akhir yang dikirim Orion sungguh membuat perasaannya tak karuan. Seperti ada jutaan gelembung yang meletup dalam perutnya, menyebabkan hawa panas menguar membentuk rona merah di pipinya. Sedari tadi ia diam, menggigit bibir bawahnya, membaca bolak-balik pesan tersebut karena tidak percaya. Tapi, rasa bahagia itu terlalu besar sampai Nao tak sanggup menahannya lagi. Anton hanya bisa mengernyit bingung melihat kelakuan putrinya. Bahkan, sekarang anak itu menangkup kedua pipinya, dengan senyum merekah sempurna, dan wajah semerah kepiting rebus. "Kamu itu kenapa, Nao?" Nao menggeleng kuat. Kedua t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD