Chapter 18

1091 Words

Tak terasa, hampir satu bulan Orion bergulat dengan kesakitannya. Setiap hari ia menelan tablet-tablet ajaib itu guna memerangi penyakit tersebut. Entah berlangsung berapa lama sampai Orion dinyatakan sembuh total. Yang pasti tidak akan memakan waktu sebentar. Orion mengembuskan napas lelah sembari menatap nomor antrean di tangannya. Dalam secarik kertas berbentuk persegi itu tertulis nama instansi, tanggal, poliklinik tujuan, serta empat digit kombinasi huruf dan angka yang tak lain adalah nomor antrean Orion. D 115, tercetak tebal dan sedikit lebih besar dibandingkan yang lainnya. Masih lumayan lama untuk sampai pada nomor urutnya, mengingat sekarang saja baru nomor antrean 70. Pemuda itu tak mengatakan apa pun pada sang adik perihal jadwal berobatnya hari ini, hanya izin berangkat leb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD