Nao menangis. Sang perawat yang biasa mengurusi segala sesuatu kebutuhan Nanda baru saja mengungkap kenyataan menyakitkan, tentang Nanda yang beberapa hari lalu berpulang ke pangkuan Tuhan. Setelah berkali-kali kondisinya memburuk, akhirnya hari itu Nanda memilih menyerah dalam peperangan, melepas kesakitan, untuk kemudian terbang menuju keabadian. Keputusan terbaik Tuhan untuk si malaikat kecil. Orion membiarkan Nao menumpahkan seluruh kesedihannya, meskipun jujur ia tak tahu apa yang harus dilakukan untuk menenangkan gadisnya. Memeluk? Ah, tidak. Orion tidak berani melakukan kontak fisik seperti itu. Nao menutup wajah dengan kesepuluh jarinya, sembari terus menangis menghadap Orion. Satu-satunya sentuhan yang berani Orion lakukan hanya mengusap penuh sayang puncak kepala Nao, berha

