Rain membawa Hana menuju College of Humanities. Tentu saja setelah Hana bangun. Hahahaha. Jadi ia sempat rehat sebentar tadi sambil menunggu Hana bangun. Bukan kah inti dari perjalanan dadakan ke sini biar ia lebih bisa mengarahkan Hana? Ya biar gal b**o-nego amat sepertinya lah. Hahahaha. Walau ia tahu sih, setiap anak itu kan punya kelebihan. Jadi mungkin kelebihannya sama sepertinya. Bukan pada belajar seperti ayah dan ibunya. "Ibu dulu kuliahnya Psikologi, Nak. Tapi jangan tanya ilmunya sekarang. Paling berguna kalau mempelajari psikologis peselingkuh." Ia terkekeh sendiri. Hana? "Dengar gak, Nak?" "Yeeeey!" Ya setidaknya ada responnya. Hahaha. Rain juga memberikan reaksi beryeee ria karena anaknya tampak girang. "Meski ibu gak tahu kamu paham atau enggak atau dengerin atau engg

