"Lebih baik kamu bicarakan dulu dengan Kenzie, Vani. Mama takut nantinya dia malah marah sama kamu." Vani menceritakan rencananya untuk mempertemukan Kenzie dengan mama kandungnya. Ia ceritakan pada mama sambungnya Kenzie. "Memangnya seburuk apa hubungan mereka, Ma?" Ia jelas merasa bingung. Ya memang sih, ia tak terlalu memerhatikan karena jarang juga bertemu mamanya Kenzie. Kalau tidak salah ingat ya satu kali. Tapi suaminya aedang tak bersamanya kala itu. Tentu saja ia belum melahirkan saat itu. "Buruk sekali." Terdengar helaan nafas panjang pula. Walau ia juga tak sepenuhnya mengerti. Ia paham kekesalan Kenzie pada mamanya. Ya menuntut waktu. Marah pada pengkhianatan mamanya terhadap papanya dulu. Belum lagi mamanya yang bersikap tak pernah berusaha untuk mendekatinya lebih dulu.

