Bonus 10

1046 Words

Tiba di malam hari ya capek lah. Mereka tidur hingga menjelang subuh, Husein bangun. Tumben tak tahajud. Ya karena tak terbangun. Efek lelah. Tapi menjelang subuh ini sudah bangun karena celotehan Hana. Gadis kecil itu tak pernah menangis di pagi hari. Pasti dengan cerianya membangunkan Husein. Ya menempel sekali pada ayahnya itu. "Ayah ke kamar mandi dulu." Ia memang ingin mandi dulu. Ditinggal begitu ya menangis lah. Rain yang menepuk-nepuknya pelan. Masih cukup mengantuk untuk membuka mata dan meladeni anaknya bermain sesubuh ini. Tak lama, malah pipinya yang ditampar tangan mungil itu. Kontan saja ia tertawa sambil membuka mata. Ada yang sudah menatapnya dengan cemberut. Tentu saja maunya diajak main. Kan sedari bangun, ia hanya sibuk mengganggu Husein. Dicabut-cabut bulu hidung aya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD