Bonus 9

1044 Words

Seai foto itu memang berlanjut. Tapi hanya sampai rumah Feri. Baru bubar di malam hari. Melihat bocah-bocah yang capek bermain seharian ya para orangtua juga kasihan. Makanya mereka pulang satu per satu. Rain dan Husein juga sudah dalam perjalanan menuju apartemen. Hana? Ya tidur di pangkuan Rain. Si anak lincah yang satu ini klop dengan siapapun di dalam keluarganya. Hahahaha. Mirip Rain lah. Walau Rain tentu berharap, ia tumbuh solehah karena ayahnya juga soleh. Itu harapannya. "Dari dulu aku senang sekali dengan keluarga besarmu, Ruhi. Kalian sangat dekat dengan satu sama lain." Rain tersenyum kecil. Ia juga merasakan hal yang sama. Bahkan saking dekatnya, ia sampai tak punya teman lain yang dekat. Ya selain memang karena sering dimanfaatkan. "Tapi kalau sekarang sudah pada berkelu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD