Bonus 3

1034 Words

"Vani mana?" Ia sudah mencari di lantai khusus yang memang hanya berisi ruangan untuk istrinya tapi tak ada. Semua ruangan ia datangi. Tapi benar-benar kosong. "Nona Vani keluar, Den." Salah satu pelayan mengatakan itu. "Keluar ke mana?" Mereka hanya saling bersitatap. Memang tak ada yang tahu. Akan jauh lebih baik kalau ia menanyakannya pada para penjaga di depan. Namun ia malah menelepon intel yang ia tugaskan itu. Intel yang justru ditraktir makan oleh Vania. Hahahaha. "Bos! Bos! Bos!" Heboh pula melihat nama Kenzie dilayar ponselnya. "Jangan bilang saya di sini." Ia diperingatkan. Si intel yang harusnya patuh pada Kenzie itu malah patuh pada Vania. Menurutnya lebih asyik mengobrol dengan Vania juga. Hahaha. "Ya...ya....Bos?" Ia agak tergagap. Gugup juga sebenarnya. Kenzie k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD