Aksi Rain

3024 Words

"Iyaaa. Gak berat kok, Bii. Cuma mau tahu aja. Lagi pengen." Ia mengelus perutnya. Hahahaha. Sengaja sekali. Ya sejak memeriksa kandungan dua hari lalu, jiwa Rain yang sebenarnya mulai keluar. Ya sisi ceria yang selama ini agak hilang. Kalau senang ya pasti senang bersama Husein. Tapi tak pernah sampai seceria ini dan seaktif ini. "Terus ngapain?" "Ya duduk aja di mobil. Tapi sesekali, aku jalan kok. Keluar kok. Kan mau lihat." "Bahaya gak?" "Kan gak sampai adu s*****a. Biasanya aku kerja sama Arinda juga gitu kalau ngurusin hal-hal kayal gitu. Ini kan karena Vani. Penasaran aja. Lagian aku lagi bosen. Pengen keluar." Setelah cukup lama menyembunyikan diri dan hanya sibuk di apartemen. Husein menghela nafas. Pagi-pagi sudah diajak berbicara hal ini. Hahaha. Ia sudah rapi hendak ke k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD