Bonus 40

1656 Words

"Aku gak mau punya suami yang gak patuh sama ibunya. Sekalipun ibunya buruk, selagi dia gak ngajarin anaknya untuk berbuat hal buruk, aku rasa gak akan jadi masalah selagi anaknya gak mengikuti." Itu ucapan Vania semalam. Maklum. Mereka berdebat habis-habisan selama beberapa malam. Ya kan Kenzie kekeuh dengan pendapatnya. Sementara Vania hanya mau mereka akur. Maksudnya, lupakan saja apa yang terjadi dimasa lalu walau ia tahu akan sulit. Tapi harus mau membuka diri. "Seburuk-buruknya ibumu, dia tetap ibu kandungmu sampai kapan pun." Ucapan itu telak banget sih. Kenzie sampai mingkem. Gak bisa balas lagi. Jadi? Maka dua bulan berikutnya ya baru deh mereka berangkat menuju Seoul. Ya Kenzie mau ke Seoul dan Vania mengerahkan segala macam ancaman lah. Kalau gak mau ke sana, ia bilang mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD