Setelah menenangkan degup jantungnya sendiri , Kanaya mengambil bungkusan yang ia jatuhkan tadi lalu berjalan memasuki kamarnya .
Ia meletakkan kaus lengan panjang berwarna biru dan celana jeans panjang diatas tempat tidur .
" Rey ! " panggil Kanaya sembari mengetuk pintu kamar mandi .
" Ya ? " Rey menjawab masih dengan suara seraknya .
' Mungkin dia belum menyelesaikan urusannya , maafkan aku Rey ' Kanaya membatin .
" Aku sudah menyiapkan pakaian ganti untukmu diatas kasur " ucap Kanaya didepan pintu kamar mandi .
" Ya , terimakasih ! " jawab Rey ditengah erangannya .
Kanaya terkikik geli mendengar suara yang dikeluarkan Rey dari dalam kamar mandi .
Dan sebagai bentuk permintaan maafnya siang ini , ia akan memasakkan sesuatu untuk makan malam mereka .
Tak lama kemudian.
" Lagi masak ? " tanya Rey tepat dibelakangnya .
Kanaya menoleh dan mendapati kekasihnya itu telah terlihat lebih baik dari sebelumnya .
Dan terlihat tampan meski memakai baju biasa yang ia beli di pasar . Maklumlah , keuangan Kanaya tak sebagus Rey tentunya .
" Iya , kamu duduk dulu aja . Bentar lagi mateng " ucap Kanaya sambil tersenyum lalu kembali berkutik dengan perkerjaan .
Rey memandangi punggung Kanaya dengan tatapan bersalah . Bagaimana bisa ia bersikap seperti tadi bahkan diawal kebersamaannya dengan Kanaya .
" Kamu lagi mikirin apa ? " tanya Kanaya membuat Rey tersadar dari lamunannya .
" Na ? "
" Ya ? "
" Maaf " ungkap Rey menunduk .
" Gakpapa , udah gak usah dipikirin oke ? " Kanaya menepuk bahu Rey pelan .
" Yaudah , kita makan yuk ! Aku juga udah laper banget " lanjutnya .
Mereka makan malam dengan perasaan bahagia , sesekali terdengar gelak tawa dari keduanya .
" Mmm.. Na " panggil Rey sambil menatap Kanaya , membuat Kanaya berhenti sejenak dan menatap Rey juga .
" Apa ? " tanya Kanaya yang mulai penasaran .
Jantung Kanaya berdebar-debar mencoba menerka apa yang akan Rey ungkapkan padanya .
Setelah menunggu cukup lama , Rey hanya memandang lama Kanaya tanpa mau membuka mulut sama sekali .
" Gakpapa " jawab Rey enteng
Pletak !
" Aw.. sakit " Rey meringis mengusap- usap keningnya yang berdenyut karena Kanaya memukulnya dengan sendok cukup keras .
" Bodo amat ! " sahut Kanaya yang sudah kesal
" Kok gitu sih sayang ? Kan aku gak salah apa-apa " ucap Rey membela diri .
" Gak salah apa-apa ?! Kamu tuh udah buat aku deg-degan nungguin kalimat kamu , tapi apa ?! Kamu malah bilang gakpapa ! Astaga Rey...!! "
Omelan Kanaya sukses membuat Rey tersenyum , ia tidak menyangka bahwa reaksi Kanaya akan semenggemaskan seperti itu .
Cup..
" Maaf oke ? " bisik Rey mengecup ujung bibir Kanaya singkat , lalu menggigit daun telinga Kanaya pelan .
Tubuh Kanaya meremang , ia merasakan sensasi aneh yang belum pernah ia rasakan untuk kedua kalinya .
" Sayang , kamu kenapa ? Ingin lebih hmm...? " goda Rey sambil mengelus paha Kanaya .
" Jangan harap ! " Kanaya menepis tangan nakal Rey lalu menjewer telinga Rey keras .
" Aa..aa.. ampun... Na.. ampuun.. " Rey memohon dengan wajah memelas , ia tak menyangka bahwa Kanaya adalah orang yang menakutkan .
" Berani sentuh- sentuh lagi ?! "
" Gak.. gak.. " ucap Rey sambil berusaha melepas tangan Kanaya dari telinganya .
" Gak janji...! " seru Rey setelah berhasil melepaskan diri dari Kanaya .
" Reynand !! " Kanaya berteriak ke arah Rey yang sudah berlari ke ruang tengah .
Setelah mencuci piring bekas makan malam mereka . Kanaya menyusul Rey keruang tengah .
Rupanya , lelakinya itu sedang melihat kartun Tom and Jerry . Gelak tawanya membuat Kanaya heran bukan kepalang .
' WHAT ? APA INI ? COWOK ANGKUH DAN SUPER NGESELIN INI SUKA TOM JERRY ? Astaga ! Ternyata dibalik sikap juteknya , rupanya dia juga bisa menggemaskan begini . ' batin Kanaya sambil tersenyum .
Kanaya duduk disebelah Rey dan langsung mencium pipi Rey gemas . Rey mengerutkan keningnya .
Menatap heran Kanaya , ' Kenapa nih , cewek ? Kok aneh tiba-tiba nyium gue ? ' heran Rey .
" Kamu gak pulang ? " tanya Kanaya yang mengambil camilan di atas meja depan tv .
" Kenapa ? Kamu gak suka aku ada disini ? " Tanya Rey dengan nada tak terimanya.
" Sebenarnya sih , lebih ke gak enak aja gitu sama penghuni yang lain . Apalagi kalau tau kita bukan suami istri , nanti digrebek kan gak lucu ! " jelas Kanaya .
Belum sempat Rey menjawab , hujan turun dengan derasnya . Rey tersenyum puas mendengar hujan turun .
Itu artinya , ia bisa menginap disini lagi . Kembali berduaan dengan Kanaya . Tapi sayang , Tidak ada hal lebih yang bisa dilakukan .
Kanaya nampaknya masih memegang prinsip hidupnya . Rey menerima semua itu dengan bangga .
Itu artinya , Kanaya masih menjaga kehormatannya hingga sekarang . Ditengah kehidupan kejam dikota metropolitan ini .
" Hadeh ! Pake turun hujan lagi ! " kesal Kanaya .
" Kenapa sih ? Apa kamu gak mau menghabiskan malam yang dingin ini dengan hangatnya pelukanku , hmm ? " goda Rey sambil mengerling nakal .
" REY ! " teriak Kanaya dengan tatapan tajamnya .
" Hahaha....bercanda sayang ! Serius amat sih ! Mau banget yah , diseriusin sama aku ? "
" AU....AH....BODO AMAT ?! " Kanaya kesal sekali .
" Tenang saja , kalau kita digrebek warga . Ya , tinggal langsung nikah aja kan . Gitu aja susah amat sih ! " Rey menjawab santai .
" Aish.... sinting ! "
" Gimana kalo kita nonton film horor aja . Aku lihat kamu punya kasetnya . "
" Terserah ! " sahut Kanaya jutek .
Mereka berdua menonton film horor diruang tengah . Dengan lampu yang dimatikan , hanya cahaya dari televisi yang menyinari ruangan apart Kanaya yang kecil .
Suasana mencekam mulai nampak , Suara-suara menyeramkan mulai terdengar . Kanaya yang memang penakut mulai merapatkan tubuhnya kepada Rey .
Tangannya memeluk lengan Rey kuat-kuat sambil menutup matanya rapat-rapat . Rey hanya terkekeh saja melihatnya .
" Penakut ! Tapi punya kasetnya . Gimana sih ? " ejek Rey .
" Ish ! Aku dulu penasaran tau . Katanya bagus , tapi belum pernah lihat . Takut sendirian nontonya ! Makanya cuman numpuk disitu . Udah , matikan aja lah ! Aku takut tau ! "
" Hadeh ! Iya , iya ! ini mau dimatikan . Awas dulu ! gimana mau berdiri kalo dipegangi gini ! " kesal Rey kepada Kanaya yang tak mau melepas pelukan dilengannya .
" Gak mau ! Takut ihh.... ! Gendong... ! " rengek Kanaya merentangkan kedua tangannya .
Seperti anak kecil yang merengek meminta untuk digendong .
" Dari depan yah ! " pintanya lagi .
Rey tertawa pelan , kemudian menggendong Kanaya didepan . Layaknya bayi koala .
Ia terkekeh geli , rupanya dibalik sikap juteknya . Kanaya gadis manis yang menggemaskan .
" Dasar penakut ! " ledek Rey yang berjalan mematikan tv . Kemudian berjalan masuk kedalam kamar .
Kanaya menyembunyikan wajahnya dalam ceruk leher Rey . Tercium aroma tubuh Rey yang entah mengapa mampu membuatnya sedikit lebih tenang dari ketakutannya .
" Diem deh ! " kesalnya .
Rey menidurkan Kanaya diranjang . Lalu berbaring disamping tubuh Kanaya yang meringkuk .
Ditariknya Kanaya kedalam pelukan hangatnya . Diusapnya punggung Kanaya dengan lembut .
" Jangan takut ! Ada aku disini yang akan menjagamu . Tidurlah ! Besok pagi kita berangkat sama-sama . Tenang , Aku gak akan melakukannya jika kau tak bersedia , Na ! Maaf atas kejadian tadi . "
" Iya ! Selamat tidur bos ! " Kanaya tersenyum .
Cup
Kanaya mengecup singkat pipi Rey . Rey balas mencium kening Kanaya sayang .
Esok paginya
Kanaya bangun lebih dulu dari Rey . Ia menyiapkan baju Rey yang digantung di almari .
Kemudian kedapur untuk menyiapkan sarapan . Setelah semua selesai , Kanaya yang sudah siap pun membangunkan Rey .
Rey bangun sambil tersenyum . Pasti bahagia sekali jika bisa menikah dengan Kanaya .
Semuanya telah siap , saatnya kembali kekantor untuk bergulat dengan tumpukan dokumen-dokumen lagi .
Tiga hari berlalu dengan cepat . Hubungan asmara antara bos dan sekretarisnya ini tak tercium karyawan lainnya .
Kanaya meminta kepada Rey untuk menyembunyikan hubungan mereka dari semua orang .
Kanaya tak ingin mendapatkan gosip miring tentang dirinya yang merayu bosnya sendiri dikantor .
-------
Siang hari diruangan Rey , Kanaya berdiri disebelah Rey untuk menunjukkan berkas mana yang akan ditanda tangani Rey .
" Pak , besok klien yang dari Jepang akan kesini . Beliau sedang berlibur di Bali bersama keluarganya . "
Rey terdiam sejenak , matanya seolah nampak berpikir .
" Tolong bilang kepada Mr Tanaka . Bahwa aku yang akan menyusulnya ke Bali besok . Dan kamu siapkan segala keperluan meeting besok . Juga keperluanku selama di Bali . Kita akan di Bali lima hari . "
" Hah ? Kita ? "
" Iyalah ! Kamu kan sekretarisku . Juga kekasihku . " ucap Rey menoel hidung Kanaya .
Rey menarik tubuh Kanaya hingga ia terduduk dipangkuan Rey . Rey mencium bibir Kanaya lembut .
Kanaya memukuli d**a Rey , memintanya berhenti . Ini dikantor , bagaimana jika ada yang masuk pikirnya .
Rey melepaskan ciumannya dan memamerkan deretan gigi putihnya .
" Ish ! Kalo ada yang lihat gimana ? " kesal Kanaya kemudian berdiri dan merapikan bajunya .
" Kamu siapin segala sesuatunya . Kita akan menginap di resort aku . Jadi hubungi pihak sana agar menyiapkan kamar kita . " perintah Rey .
" Lah ? Kita satu kamar ? Kenapa gak masing-masing aja ? "
" Gak ! aku kangen pengen meluk kamu pas tidur . Udah , kerjain aja apa yang aku suruh . "
" Iya bos . Kalo gitu saya pamit kembali keruangan dulu bos . "
" Nanti malam kita berangkat yah ! Setelah pulang kerja kita siap-siap lalu berangkat pake pesawat pribadi aja . "
" Loh ? Kirain besok berangkatnya ? "
" Kan janjiannya besok sayangku , Ya , mana mungkin kita berangkat besok , terus langsung meeting sama klien . " ujar Rey gemas .
" Tapi kok lima hari , kliennya banyak ya , bos ? " tanya Kanaya polos .
Rey mencubit gemas pipi Kanaya . ' Cewek gue polos banget atau emang bego sih ? ' benak Rey .
" Udah sana ! Beresin apa aja keperluannya . " perintah Rey sambil tersenyum manis .
Kanaya keluar ruangan Rey dengan menghentakkan kakinya . Rey tertawa puas melihat gadisnya kesal .
" Sepertinya , hobi baruku sekarang ialah membuat Kanaya kesal . " kata Rey disela tawanya .
-----------
Setelah jam pulang kantor , Rey mengantarkan Kanaya pulang ke apartnya untuk mengambil baju-baju Kanaya .
Di perjalanan , Kanaya hanya diam melihat keluar jendela . Ia sedih karena terlanjur berjanji kepada bunda dan adik-adik pantinya untuk pulang weekend ini .
Tampaknya harus gagal karena dinas keluar kota bersama Rey selama lima hari .
" Sayang ? Kamu kenapa ? kok diem aja daritadi ? " tanya Rey nampak cemas dengan membisunya Kanaya .
" Aku sudah janji kepada bunda dan adik-adik panti . Kalau weekend aku akan pulang dan menginap . Tapi gagal karena harus ikut kamu ke Bali . " cerita Kanaya dengan wajah sedih .
Rey merasa bersalah . Niatnya ingin membahagiakan Kanaya dengan berlibur beberapa hari malah membuatnya sedih .
" Baiklah ! Kita hanya empat hari disana . Sepulangnya aku akan mengantarmu bertemu keluargamu . "
" Benarkah ? " tanya Kanaya girang .
" Iya . Jadi jangan bersedih lagi , Oke ? "
Cup
" Terima kasih banyak , Rey ! " Kanaya mencium pipi Rey sekilas lalu tersenyum manis .
Deg
Jantung Rey berirama lebih cepat dari biasanya . Ia melihat senyum manis dan tulus Kanaya .
' Senyummu mampu membuatku berdebar . Kau lah perempuan yang selama ini ku cari , Na ! ' benak Rey .
Rey dan Kanaya bersiap untuk keberangkatan mereka berdua ke Bali .