BAB 12. KE BALI

2028 Words
Setelah menenangkan degup jantungnya sendiri , Kanaya mengambil bungkusan yang ia jatuhkan tadi lalu berjalan memasuki kamarnya . Ia meletakkan kaus lengan panjang berwarna biru dan celana jeans panjang diatas tempat tidur . " Rey ! " panggil Kanaya sembari mengetuk pintu kamar mandi . " Ya ? " Rey menjawab masih dengan suara seraknya . ' Mungkin dia belum menyelesaikan urusannya , maafkan aku Rey ' Kanaya membatin . " Aku sudah menyiapkan pakaian ganti untukmu diatas kasur " ucap Kanaya didepan pintu kamar mandi . " Ya , terimakasih ! " jawab Rey ditengah erangannya . Kanaya terkikik geli mendengar suara yang dikeluarkan Rey dari dalam kamar mandi . Dan sebagai bentuk permintaan maafnya siang ini , ia akan memasakkan sesuatu untuk makan malam mereka . Tak lama kemudian. " Lagi masak ? " tanya Rey tepat dibelakangnya . Kanaya menoleh dan mendapati kekasihnya itu telah terlihat lebih baik dari sebelumnya . Dan terlihat tampan meski memakai baju biasa yang ia beli di pasar . Maklumlah , keuangan Kanaya tak sebagus Rey tentunya . " Iya , kamu duduk dulu aja . Bentar lagi mateng " ucap Kanaya sambil tersenyum lalu kembali berkutik dengan perkerjaan . Rey memandangi punggung Kanaya dengan tatapan bersalah . Bagaimana bisa ia bersikap seperti tadi bahkan diawal kebersamaannya dengan Kanaya . " Kamu lagi mikirin apa ? " tanya Kanaya membuat Rey tersadar dari lamunannya . " Na ? " " Ya ? " " Maaf " ungkap Rey menunduk . " Gakpapa , udah gak usah dipikirin oke ? " Kanaya menepuk bahu Rey pelan . " Yaudah , kita makan yuk ! Aku juga udah laper banget " lanjutnya . Mereka makan malam dengan perasaan bahagia , sesekali terdengar gelak tawa dari keduanya . " Mmm.. Na " panggil Rey sambil menatap Kanaya , membuat Kanaya berhenti sejenak dan menatap Rey juga . " Apa ? " tanya Kanaya yang mulai penasaran . Jantung Kanaya berdebar-debar mencoba menerka apa yang akan Rey ungkapkan padanya . Setelah menunggu cukup lama , Rey hanya memandang lama Kanaya tanpa mau membuka mulut sama sekali . " Gakpapa " jawab Rey enteng Pletak ! " Aw.. sakit " Rey meringis mengusap- usap keningnya yang berdenyut karena Kanaya memukulnya dengan sendok cukup keras . " Bodo amat ! " sahut Kanaya yang sudah kesal " Kok gitu sih sayang ? Kan aku gak salah apa-apa " ucap Rey membela diri . " Gak salah apa-apa ?! Kamu tuh udah buat aku deg-degan nungguin kalimat kamu , tapi apa ?! Kamu malah bilang gakpapa ! Astaga Rey...!! " Omelan Kanaya sukses membuat Rey tersenyum , ia tidak menyangka bahwa reaksi Kanaya akan semenggemaskan seperti itu . Cup.. " Maaf oke ? " bisik Rey mengecup ujung bibir Kanaya singkat , lalu menggigit daun telinga Kanaya pelan . Tubuh Kanaya meremang , ia merasakan sensasi aneh yang belum pernah ia rasakan untuk kedua kalinya . " Sayang , kamu kenapa ? Ingin lebih hmm...? " goda Rey sambil mengelus paha Kanaya . " Jangan harap ! " Kanaya menepis tangan nakal Rey lalu menjewer telinga Rey keras . " Aa..aa.. ampun... Na.. ampuun.. " Rey memohon dengan wajah memelas , ia tak menyangka bahwa Kanaya adalah orang yang menakutkan . " Berani sentuh- sentuh lagi ?! " " Gak.. gak.. " ucap Rey sambil berusaha melepas tangan Kanaya dari telinganya . " Gak janji...! " seru Rey setelah berhasil melepaskan diri dari Kanaya . " Reynand !! " Kanaya berteriak ke arah Rey yang sudah berlari ke ruang tengah . Setelah mencuci piring bekas makan malam mereka . Kanaya menyusul Rey keruang tengah . Rupanya , lelakinya itu sedang melihat kartun Tom and Jerry . Gelak tawanya membuat Kanaya heran bukan kepalang . ' WHAT ? APA INI ? COWOK ANGKUH DAN SUPER NGESELIN INI SUKA TOM JERRY ? Astaga ! Ternyata dibalik sikap juteknya , rupanya dia juga bisa menggemaskan begini . ' batin Kanaya sambil tersenyum . Kanaya duduk disebelah Rey dan langsung mencium pipi Rey gemas . Rey mengerutkan keningnya . Menatap heran Kanaya , ' Kenapa nih , cewek ? Kok aneh tiba-tiba nyium gue ? ' heran Rey . " Kamu gak pulang ? " tanya Kanaya yang mengambil camilan di atas meja depan tv . " Kenapa ? Kamu gak suka aku ada disini ? " Tanya Rey dengan nada tak terimanya. " Sebenarnya sih , lebih ke gak enak aja gitu sama penghuni yang lain . Apalagi kalau tau kita bukan suami istri , nanti digrebek kan gak lucu ! " jelas Kanaya . Belum sempat Rey menjawab , hujan turun dengan derasnya . Rey tersenyum puas mendengar hujan turun . Itu artinya , ia bisa menginap disini lagi . Kembali berduaan dengan Kanaya . Tapi sayang , Tidak ada hal lebih yang bisa dilakukan . Kanaya nampaknya masih memegang prinsip hidupnya . Rey menerima semua itu dengan bangga . Itu artinya , Kanaya masih menjaga kehormatannya hingga sekarang . Ditengah kehidupan kejam dikota metropolitan ini . " Hadeh ! Pake turun hujan lagi ! " kesal Kanaya . " Kenapa sih ? Apa kamu gak mau menghabiskan malam yang dingin ini dengan hangatnya pelukanku , hmm ? " goda Rey sambil mengerling nakal . " REY ! " teriak Kanaya dengan tatapan tajamnya . " Hahaha....bercanda sayang ! Serius amat sih ! Mau banget yah , diseriusin sama aku ? " " AU....AH....BODO AMAT ?! " Kanaya kesal sekali . " Tenang saja , kalau kita digrebek warga . Ya , tinggal langsung nikah aja kan . Gitu aja susah amat sih ! " Rey menjawab santai . " Aish.... sinting ! " " Gimana kalo kita nonton film horor aja . Aku lihat kamu punya kasetnya . " " Terserah ! " sahut Kanaya jutek . Mereka berdua menonton film horor diruang tengah . Dengan lampu yang dimatikan , hanya cahaya dari televisi yang menyinari ruangan apart Kanaya yang kecil . Suasana mencekam mulai nampak , Suara-suara menyeramkan mulai terdengar . Kanaya yang memang penakut mulai merapatkan tubuhnya kepada Rey . Tangannya memeluk lengan Rey kuat-kuat sambil menutup matanya rapat-rapat . Rey hanya terkekeh saja melihatnya . " Penakut ! Tapi punya kasetnya . Gimana sih ? " ejek Rey . " Ish ! Aku dulu penasaran tau . Katanya bagus , tapi belum pernah lihat . Takut sendirian nontonya ! Makanya cuman numpuk disitu . Udah , matikan aja lah ! Aku takut tau ! " " Hadeh ! Iya , iya ! ini mau dimatikan . Awas dulu ! gimana mau berdiri kalo dipegangi gini ! " kesal Rey kepada Kanaya yang tak mau melepas pelukan dilengannya . " Gak mau ! Takut ihh.... ! Gendong... ! " rengek Kanaya merentangkan kedua tangannya . Seperti anak kecil yang merengek meminta untuk digendong . " Dari depan yah ! " pintanya lagi . Rey tertawa pelan , kemudian menggendong Kanaya didepan . Layaknya bayi koala . Ia terkekeh geli , rupanya dibalik sikap juteknya . Kanaya gadis manis yang menggemaskan . " Dasar penakut ! " ledek Rey yang berjalan mematikan tv . Kemudian berjalan masuk kedalam kamar . Kanaya menyembunyikan wajahnya dalam ceruk leher Rey . Tercium aroma tubuh Rey yang entah mengapa mampu membuatnya sedikit lebih tenang dari ketakutannya . " Diem deh ! " kesalnya . Rey menidurkan Kanaya diranjang . Lalu berbaring disamping tubuh Kanaya yang meringkuk . Ditariknya Kanaya kedalam pelukan hangatnya . Diusapnya punggung Kanaya dengan lembut . " Jangan takut ! Ada aku disini yang akan menjagamu . Tidurlah ! Besok pagi kita berangkat sama-sama . Tenang , Aku gak akan melakukannya jika kau tak bersedia , Na ! Maaf atas kejadian tadi . " " Iya ! Selamat tidur bos ! " Kanaya tersenyum . Cup Kanaya mengecup singkat pipi Rey . Rey balas mencium kening Kanaya sayang . Esok paginya Kanaya bangun lebih dulu dari Rey . Ia menyiapkan baju Rey yang digantung di almari . Kemudian kedapur untuk menyiapkan sarapan . Setelah semua selesai , Kanaya yang sudah siap pun membangunkan Rey . Rey bangun sambil tersenyum . Pasti bahagia sekali jika bisa menikah dengan Kanaya . Semuanya telah siap , saatnya kembali kekantor untuk bergulat dengan tumpukan dokumen-dokumen lagi . Tiga hari berlalu dengan cepat . Hubungan asmara antara bos dan sekretarisnya ini tak tercium karyawan lainnya . Kanaya meminta kepada Rey untuk menyembunyikan hubungan mereka dari semua orang . Kanaya tak ingin mendapatkan gosip miring tentang dirinya yang merayu bosnya sendiri dikantor . ------- Siang hari diruangan Rey , Kanaya berdiri disebelah Rey untuk menunjukkan berkas mana yang akan ditanda tangani Rey . " Pak , besok klien yang dari Jepang akan kesini . Beliau sedang berlibur di Bali bersama keluarganya . " Rey terdiam sejenak , matanya seolah nampak berpikir . " Tolong bilang kepada Mr Tanaka . Bahwa aku yang akan menyusulnya ke Bali besok . Dan kamu siapkan segala keperluan meeting besok . Juga keperluanku selama di Bali . Kita akan di Bali lima hari . " " Hah ? Kita ? " " Iyalah ! Kamu kan sekretarisku . Juga kekasihku . " ucap Rey menoel hidung Kanaya . Rey menarik tubuh Kanaya hingga ia terduduk dipangkuan Rey . Rey mencium bibir Kanaya lembut . Kanaya memukuli d**a Rey , memintanya berhenti . Ini dikantor , bagaimana jika ada yang masuk pikirnya . Rey melepaskan ciumannya dan memamerkan deretan gigi putihnya . " Ish ! Kalo ada yang lihat gimana ? " kesal Kanaya kemudian berdiri dan merapikan bajunya . " Kamu siapin segala sesuatunya . Kita akan menginap di resort aku . Jadi hubungi pihak sana agar menyiapkan kamar kita . " perintah Rey . " Lah ? Kita satu kamar ? Kenapa gak masing-masing aja ? " " Gak ! aku kangen pengen meluk kamu pas tidur . Udah , kerjain aja apa yang aku suruh . " " Iya bos . Kalo gitu saya pamit kembali keruangan dulu bos . " " Nanti malam kita berangkat yah ! Setelah pulang kerja kita siap-siap lalu berangkat pake pesawat pribadi aja . " " Loh ? Kirain besok berangkatnya ? " " Kan janjiannya besok sayangku , Ya , mana mungkin kita berangkat besok , terus langsung meeting sama klien . " ujar Rey gemas . " Tapi kok lima hari , kliennya banyak ya , bos ? " tanya Kanaya polos . Rey mencubit gemas pipi Kanaya . ' Cewek gue polos banget atau emang bego sih ? ' benak Rey . " Udah sana ! Beresin apa aja keperluannya . " perintah Rey sambil tersenyum manis . Kanaya keluar ruangan Rey dengan menghentakkan kakinya . Rey tertawa puas melihat gadisnya kesal . " Sepertinya , hobi baruku sekarang ialah membuat Kanaya kesal . " kata Rey disela tawanya . ----------- Setelah jam pulang kantor , Rey mengantarkan Kanaya pulang ke apartnya untuk mengambil baju-baju Kanaya . Di perjalanan , Kanaya hanya diam melihat keluar jendela . Ia sedih karena terlanjur berjanji kepada bunda dan adik-adik pantinya untuk pulang weekend ini . Tampaknya harus gagal karena dinas keluar kota bersama Rey selama lima hari . " Sayang ? Kamu kenapa ? kok diem aja daritadi ? " tanya Rey nampak cemas dengan membisunya Kanaya . " Aku sudah janji kepada bunda dan adik-adik panti . Kalau weekend aku akan pulang dan menginap . Tapi gagal karena harus ikut kamu ke Bali . " cerita Kanaya dengan wajah sedih . Rey merasa bersalah . Niatnya ingin membahagiakan Kanaya dengan berlibur beberapa hari malah membuatnya sedih . " Baiklah ! Kita hanya empat hari disana . Sepulangnya aku akan mengantarmu bertemu keluargamu . " " Benarkah ? " tanya Kanaya girang . " Iya . Jadi jangan bersedih lagi , Oke ? " Cup " Terima kasih banyak , Rey ! " Kanaya mencium pipi Rey sekilas lalu tersenyum manis . Deg Jantung Rey berirama lebih cepat dari biasanya . Ia melihat senyum manis dan tulus Kanaya . ' Senyummu mampu membuatku berdebar . Kau lah perempuan yang selama ini ku cari , Na ! ' benak Rey . Rey dan Kanaya bersiap untuk keberangkatan mereka berdua ke Bali .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD