Sementara bunda dan Andi pulang kembali ke rumah. Reynand masih setia menjaga dan menemani Kanaya di rumah sakit. Dokter memintanya menginap semalam. Agar kondisi tubuhnya bisa kembali membaik. Reynand duduk di kursi yang ada di sebelah ranjang Kanaya terbaring dengan mata tertutup. Karena ia memang masih belum sadarkan diri. Reynand menggenggam tangan Kanaya yang bebas dan mengecup punggung tangannya berulangkali. Ia sungguh sangat takut jika melihat wanitanya terbaring lemah di ranjang rumah sakit karena dirinya yang menjadi sumber masalah bagi wanita yang dicintainya tersebut. “Sayang, aku minta maaf. Karena aku, kamu jadi sakit seperti ini. Maafkan aku sayang.” Ucapnya lirih seraya mengecupi punggung tangan Kanaya. “Aku janji tidak akan membuatmu terluka lagi. Tapi aku mohon p

