Reynand memang kesusahan untuk membawa Kanaya ke apartemennya. Beruntung ia punya akses lift pribadi yang bisa langsung menuju ke kamarnya. Hingga ia tak perlu memikirkan apa reaksi orang-orang yang melihat tingkah Kanaya. Setelah mematikan mesin mobilnya. Kanaya yang seolah tak ingin lepas dari tubuh Reynand pun. Menempel erat di tubuh Reynand. Kanaya bergelayut di depan tubuh Reynand. Layaknya bayi koala yang digendong oleh ibunya. Menarik napasnya tepat di ceruk leher Reynand. Menghirup aroma tubuh Reynand yang menguarkan aroma maskulin dan semakin membuatnya b*******h. Kedua tangannya memeluk leher Reynand erat. Sementara bibirnya sibuk menyusuri wajah tampan Reynand. Tak ada lagi rasa malu-malu dalam diri Kanaya. Yang ia rasakan hanya ingin segera melepaskan seluruh pakaianny

