Kanaya masih terus berjalan dengan langkah cepatnya. Bahkan ia beberapa kali menabrak bahu orang-orang yang juga pengunjung di restoran itu. Dan hampir saja terkena tumpahan kuah panas yang dibawa pelayan. Jika saja tidak ada seseorang yang menariknya tadi. Kanaya tak melihat wajah penolongnya. Kepalanya terus saja tertunduk dan mengucapkan maaf berulang kali. Kemudian berlalu begitu saja. Tanpa menoleh lagi. Bahkan tak jarang ada yang mengatakan kata-kata kasar padanya karena tak terima telah di tabrak oleh Kanaya. Namun tetap Kanaya tak peduli. Ia hanya ingin secepatnya pergi dari restoran ini. Saat sampai di depan pintu masuk restoran tersebut. Ia berhenti sejenak dan menengok kebelakang. Berharap akan muncul seseorang yang akan mengejarnya dan ikut pergi bersamanya. Tapi kenyataa

