Reynand tak tahu lagi harus berkata apa pada bunda. Yang sepertinya sangat sakit hati akan perbuatan sang Mama. Reynand memang sempat melihat rekaman kejadian di toko kue waktu itu. Sama halnya dengan bunda. Hatinya pun sangat sakit melihat wanita yang sangat dicintainya dihina dan dipermalukan di depan banyak orang seperti itu. Sungguh, ingin sekali ia berteriak marah pada mamanya. Dan menumpahkan seluruh kekesalannya selama ini pada sang mama. Namun, ia juga tak bisa melakukannya. Bagaimana pun juga, seburuk apapun perlakuan mamanya kepadanya selama ini. Wanita itu tetaplah wanita yang telah berjuang keras demi melahirkannya kedunia. Meskipun setelahnya tak pernah ada waktu untuk dirinya. Tetap saja ikatan darah itu tak bisa Reynand lupakan begitu saja. Reynand menatap bunda dengan

