Gendhis terkejut dan Galih tersenyum padanya. "Bapak, bapak yang tadi beli di tempat jus bukan yah?" Tanya Gendhis dengan ragu takut salah orang karena dia tadi tidak fokus melihat Galih dengan teliti. "Iya, saya. Ternyata ketemu lagi kita." Duuh senyumnya Galih mengalihkan dunia Gendhis. Gendhis menggarukkan kepalanya dengan ekspresi nyengir. "Iya, pak." Gendhis sampai lupa tujuan dia ke sini. "Pak, maaf. Saya mau minta tanda tangan bapak. Ini ada yang kelewat belum bapak tanda tangan." "Mana coba saya lihat?" Gendhis menyerahkan berkas ke Galih. "Ini, pak." Gendhis menunjuknya dengan jari jempol tangan kanannya. Galih melihat lembaran lain lalu balik lagi ke lembaran yang Gendhis tunjuk tadi. "Oia yah, saya kelewat untuk tanda tangan. Maaf yah." "Iya, pak." "Tapi ini Gendhis

