"Tapi tidak apalah, pak. Adek ketemu gede," ucap Gendhis asal. Abi melirik ke Emran, kemudian beralih ke Gendhis lalu ke Galih. Abi langsung menyikut perut Riki. "Pak, sepertinya akan seru nih," bisik Abi di telinga Riki. "Seru apanya?" Riki balik membisik. "Lihat deh pak Emran seperti kebakaran jenggot. Ngobrol sama pak Fajar tapi matanya terus melirik ke Gendhis. Riki pun penasaran, melirik Emran, dan dia setuju dengan apa yang dikatakan Abi. "Gendhis, ayo kita pulang," ajak Sri. Sri sudah menyadari dari tadi ada hawa panas di sekitarnya. "Ayo, bu." Galih berjalan di belakang Gendhis dan Sri. "Dhis, weekend biasanya ke mana?" Tanya Sri. "Paling ke resto, bantu di sana." "Oh, Gendhis kerja juga toh?" "Bisa dibilang begitu, bu. Namanya nambah uang jajan." Apa yang G

