20. Jadi Istri Yang Baik

1221 Words

Emran masuk kerja dengan uring-uringan, apalagi setiap datang selalu berpapasan dengan Gendhis dan Galih, mereka kalau ngobrol selalu menganggap orang lain ngontrak. Tok.. Tok.. Tok.. Emran sudah menduga pasti Gendhis yang mengetuk pintu ruangan Emran. "Selamat pagi, pak!" "Pagi." "Seperti biasa, mas. Makanan dari ibu, kali ini ada bonus infused waternya tapi ini bikinan saya loh, mas!" "Kamu pamer?" "Saya tidak pamer cuma mau ngasih tahu doang." "Masih dingin infused waternya mas, tapi nanti mas sakit perut pagi-pagi sudah minum infused water. Kalau mas sakit nanti saya khawatir." Gendhis berdrama terlihat sedih padahal sedang menggoda Emran. 'Nyebelin banget ini bocah centil,' gerutu Emran dalam hatinya. "Mas sudah buat kopi?" Gendhis melirik ke arah meja yang biasa Emran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD