18. Bakar Saja Semua

1205 Words

Emran bingung sama kelakuan Gendhis yang makin hari makin bikin Emran sakit kepala, ada saja kelakuannya yang membikin Emran ingin menjitak kepalanya Gendhis. "Apa sih yang ada di otak bocah centil itu?" Tok.. Tok.. Tok.. "Masuk." Baru saja Emran mikirin Gendhis, orangnya sudah mengetok pintu. Gendhis menyembulkan kepalanya. "Kamu lagi kamu lagi! Ada apa?" Tanya Emran dengan ketus. "Itu, pak. Saya disuruh pak Edi manggil bapak." "Kenapa kamu yang manggil saya?" "Kebetulan saya lewat depan ruang rapat, langsung dicegat pak Edi untuk nyuruh manggil bapak." Emran langsung berdiri, dia lupa akan ada rapat dan karena dia terlalu sibuk mengecek laporan. "Terima kasih, Gendhis," Emran ucapkan sebelum melewati Gendhis. "Sama-sama, mas," balasnya dengan senyum pongah. Emran ingin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD